Kapolres dan Kasat Lantas Polres Lumajang Menenangkan Warga yang Blokade Jalan dengan Tumpukan Batu


Mbah Heru    05 December 2018(16:05)   POLRES
img

Tribratanewspoldajatim.comn:  Setelah beberapa hari lalu masyarakat Lumajang digegerkan dengan penutupan jalan di Desa Urang Gantung, Kecamatan Candipuro,  lanjut Rabu (5/12/2018) aksi serupa kembali terjadi. Meskipun beberapa hari terakhir amarah warga sempat teredam, sejak petang tadi akses tercepat menuju Desa Jugosari kembali diblokade dengan tumpukan batu.

 Massa pro dengan aksi ini, menuntut kepada pemerintah Kabupaten Lumajang secepatnya membangun akses jalan khusus bagi armada pengangkut pasir. Akibatnya warga berada di wilayah selatan dari blokade ini merasa dirugikan karena harus memutar dan mencari jalan lain jaraknya relatif jauh.

Mendengar berita tersebut, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhamad Arsal Sahban SH SIK MM MH bersama Kasat Lantas Polres Lumajang AKP IGP Atma Giri SH MH turun tangan untuk menenangkan emosi warga. Sesampai di lokasi, Kapolres didampingi Kasat Lantas langsung mengajak berdiskusi serta mencari jalan tengah permasalahan ini.

 "Bapak bapak, mari diselesaikan dengan kepala dingin. Jangan sedikit sedikit blokade gini. Saya mengerti perasaan bapak bapak sekalian, saya juga tetap memperjuangkan hak bapak. Tapi ayolah, jangan menutup jalan seperti ini. Kita harus sama sama memikirkan saudara kita yang rumahnya berada diselatan blokade ini," ujar Arsal seraya menenangkan masyarakat bersikeras tetap memblokade jalan.

"Saya berjanji akan tetap ditengah tengah para bapak disini, tetap berada di tengah masyarakat. Ingat, kami sebagai Polri akan sangat memfasilitasi aspirasi masyarakat, asalkan jangan sampai berbuat anarkis apalagi hingga berbuat hal tidak diinginkan kita semua," sambungnya.

  Jalan ditutup warga ini memang dikenal sebagai akses tercepat bagi armada truk bermuatan pasir dari lokasi penambangan menuju jalan raya. Namun belakangan ini banyak warga menolak jalannya dilewati oleh kendaraan bermuatan besar, dengan alasan tidak jelasnya uang ganti rugi debu kepada warga hingga rusaknya jalan didepan rumah, sehingga saat musim penghujan datang, jalanan di depan rumah mereka akan berubah menjadi kubangan air. (hms/mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan