Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Tangkap Mahasiswa S2 Penyebar Foto Bugil


Mbah Heru    06 December 2018(05:02)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Subdit  Siber Ditreskrimsus, Polda Jatim berhasil  tangkap pelaku berbuat tindak pidana ITE dengan cara  mentransmisikan, mendistribusikan dan atau dapat diaksesnya video atau gambar yang memiliki muatan asusila serta pengancaman.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes  Frans Barung Mangera didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Arman Asmara dan Kasubdit  Siber AKBP Harissandi, Kamis (6/12/2018) mengatakan, lokasi tindak pidana tersebut di Surabaya dan waktu kejadian diketahui 15 Oktober 2018.

Kasus itu mlibatkan tersangka berinisial  MYA (23)  Sarjana pekerjaan mahasiswa, alamat  di Gresik, Jawa Timur. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 ttg Informasi dan Transaksi Elektronik tentang  setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mentransmisikan dan/atau mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan kesusilaan .

Pasal 29 Jo Pasal 45B UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 ttg Informasi dan Transaksi Elektronik tenetang setiap orang dengan sengaja tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang berisi ancama kekerasan atau nenakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi .

Barang bukti  yang disita dari tersangka berupa unit laptop merk HP warna hitam;, telepon seluler merk ASUS tipe X009DA warna abu-abu,  telepon seluler merk OPPO tipe CPH1729 warna emas,  telepon seluler merk ASUS tipe Zanfone 5 warna hitam dan hardisk eksternal merk Transcent warna hitam ukuran 1TB.

Modus operandi  tersangka adalah mantan pacar korban, dari awal berpacaran dengan korban. tersangka sudah menyimpan  foto vulgar milik korban. Setelah putus dengan korban, tersangka masih sering menghubungi korban dan meminta korban untuk mengirimkan video dan foto bugilnya dengan berbagai macam gaya dan alat bantu dengan ancaman apabila tidak mengirimkan, maka video dan foto akan disebar kepada rekan-rekan, keluarga dan dikirim ke kampus melalui media sosial Whatapps, Line serta akan di Upload di Website porno.

Saat korban sudah merasa capek atas perbuatan pelaku dan tidak mau lagi menuruti permintaan tersangka untuk membuat video dan foto bugilnya, lalu tersangka mengirimkan pesan  ancaman melalui instagram dan whatsapp bahwa akan mengunggah foto-foto dan video korban di internet, selain itu tersangka juga sudah mengunggah video korban dan juga korban-korban yang lain ke website www.xvideos.com.

Diketahui dari keterangan tersangka, korban berjumlah 6 orang. Alasan tersangka melakukan hal tersebut adalah untuk mencari kesenangan pribadi dalam memenuhi kepuasan seksualitasnya. Tersangka juga memiliki kecanduan untuk menonton video porno setiap hari yang di download dari Internet dan dari korban-korbannya.

Kronologis perkara  berawal 2013 korban mulai mengenal tersangka selanjutnya pacaran. Dalam perjalanan pacaran, tersangka mulai menyuruh pelapor mengirim Video dan foto korban dalam keadaan bugil/vulgar tanpa busana, yang dikirim melalui  media sosial Line dan Whatsapp, dalam hal tersebut korban menuruti semua permintaan tersangka.

Sejak 2013 hingga sampai Juli 2018, tersangka intens untuk meminta korban mengirim foto dan video vulgarnya, jika pelapor tidak menurutinya tersangka mengancam korban akan menyebarkan foto dan video vulgar korban di media sosial dan teman-teman korban, keluarga dan Kampus korban.

Pada bulan Oktober 2018 korban mendapati akun Instagram martisharon 22 memposting foto vulgar diri korban. Korban juga mendapati di situs www.xvideos.com akun dengan nama Hazelnut memposting video vulgar diri korban. (mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan