Penyidik Polda Jatim Akan Panggil Artis Penyanyi yang Dijadikan Endrose Produk Kosmetik Oplosan


Mbah Heru    06 December 2018(06:26)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com:Penyanyi dangdut Ibu Kota Berinisial NK, Pekan depan akan dipanggil untuk dijadikan saksi terkait kasus kosmetik oplosan, yang kini masih dalam proses penyidikan Subdit  Siber, Ditreskrimsus, Polda Jatim.

“ Penyidik akan memanggi  penyanyi dangdut berinisial NK sebagai saksi,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Kamis (6/12/2018) dihadapan awak media .

Setalah pemanggilan terhadap NK, lanjut Kombes Barung-sapaan akrabnya, penyidik juga akan memanggil lainnya.

Ada tujuh artis atau penyanyi kondang yang menjadi endrose produk kecantikan ilegal itu, dua di antaranya artis penyanyi VV dan NR.  Artis endrose lainnya adalah, OR, MP, NK, DK dan arti B yang merupakan Disjoki (DJ) ternama, yang akan dimintai keterangan sebagai saksi.

“Diantara yang dikembangkan penyidik akan memanggil sejumlah artis yang di Endrose produk kecantikan pemutih ilegal, merek Derma Skin Care (DSC),” pungkas Kombes Barung.

Untukdiketahui, bahwa penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim  terus mengembangkan kasus kosmetik berbagai merek oplosan, yang melibatkan tersangka, Karina Indah Lestari (KIL) yang kini, Kamis (6/12/2018) ditahan di Mapolda Jatim.

Pelaku berinisial KIL, pemilik sekaligus pembuat produk kecantikan oplosan tanpa izin Dinas Kesehatan dan BPOM itu memakai jasa figur artis untuk promosi (Endrose) sebagai produknya."Proses promosinya seolah-olah artis itu memakai produk kecantikan itu (oplosan), padahal tidak,"  tandasnya sembari menambahkan karena urgensi untuk meminta keterangan pemanggilan saksi-saksi sesuai tahapan penyidikan.

Sebelumnya, anggota Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek klinik kecantikan milik pelaku KIL di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Dari penggelahan Polisi mengamankan berbagai produk kecantikan oplosan tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.

Sejumlah barang bukti kosmetik pemutih kulit itu disita. Produk kosmetik itu mulai dari paket pemutih wajah berupa cream pemutih (siang dan malam), serum pemutih, bedak dan lainnya. "Total ada 1600 produk kecantikan ilegal siap edar," pungkasnya. (mbah).

 

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan