Tahun 2016, Korban Laka Lantas di Indonesia Mencapai 25.859 Orang Tewas


Mbah Heru    01 March 2017(04:24)   LANTAS
img

Tribratanewspoldajatim.com: Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH, SIK, MSi pimpin apel gelar pasukan Operasi “Simpatik Tahun 2017” yang berlangsung di halaman Mapolres Bojonegoro, Rabu (1/3/2017).

Apel gelar pasukan Operasi Simpatik Tahun 2017 diikuti oleh TNI, Denpom, Anggota Brimob Bojonegoro, Satpol PP dan Dishub Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro saat membacakan sambutan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Royke Lumowa MM mengatakan, bahwa apel gelar pasukan itu dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Dari catatan Kepolisian, perlu diketahui bersama data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2015 sejumlah 5.439.052 kasus dan tahun 2016 sejumlah 6.272.375 kasus atau ada kenaikan trend (15 %). Teguran tahun 2015 sejumlah 2.526.162 Pelanggaran dan pada tahun 2016 sejumlah 2.225.404 pelanggaran atau ada penurunan trend (– 11 %).

Jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sejumlah 98.970 kejadian dan tahun 2016 sejumlah 105.374 kejadian atau ada kenaikan trend (6 %). Dari data kecelakaan itu, korban meninggal dunia tahun 2015 sebanyak 26.495 orang dan tahun 2016 sejumlah 25.859 orang atau ada penurunan trend (– 2 %).

Sedangkan untuk korban luka berat tahun 2015 sejumlah 26.840 orang dan pada tahun 2016 sejumlah 22.939 orang atau ada penurunan trend (-14%). Korban luka ringan tahun 2015 sejumlah 110.714 orang dan pada tahun 2016 sejumlah 129.913 orang atau ada kenaikan trend (17%).

Kerugian materiil tahun 2015 sejumlah Rp. 272.314.014.600,- (dua ratus tujuh puluh dua milliar tiga ratus empat belas juta empat belas ribu enam ratus rupiah) dan pada tahun 2016 sejumlah Rp 226.416.414.497,- ( dua ratus dua puluh enam empat ratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu empat ratus sembilan puluh tujuh rupiah) atau ada penurunan trend (-20%).

“Dari data yang ada perlu disadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut kita tidak bisa berdiam diri, bahkan kita wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas,” ucap AKBP Wahyu S Bintoro saat membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas.

Kapolres menjelaskan, sesuai dengan amanat undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan salah satunya adalah untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (kamseltibcar lantas) dan membangun budaya tertib berlalu lintas, Polri khususnya polisi lalu lintas tidak bisa menangani sendiri melainkan perlu sinergitas antar pemangku kepentingan untuk menemukan akar masalah dan solusinya.

Dikatakan oleh Kapolres Bojonegoro saat membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas, Pada pelaksanaan operasi simpatik tahun 2017 kali ini ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran operasi adalah masyarakat yang melanggar lalu lintas berpotensi menyebabkan terjadinya fatalitas kecelakaan lalu lintas antara lain, Melawan arus lalu lintas khususnya kendaraan motor roda 2, Pelanggaran rambu – rambu lalu lintas, dan Pelanggaran batas kecepatan.

Dengan dilaksanakannya Operasi Simpatik Tahun 2017 yang dimulai pada tanggal 1 hingga 21 Maret itu diharapkan dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas dan terwujudnya situasi kamseltibcarlantas menjelang Hari Bhayangkara ke-70 tahun 2017. (mbah)

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan