5 Kg Sabu Seharga Rp 5 Miliar Disita Ditnarkoba Polda Jatim, Kurir Dapat Rp 30 Juta Per Kilogram


Mbah Heru    11 March 2019(05:30)   NARKOBA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Ditnarkoba Polda Jatim amankan barang bukti 5 kilogram sabu seharga Rp 5 miliar dari kurir berinisial YP (35) yang ditembak mati saat hendak melarikan diri. Sementara pengirim atau bandarnya jadi buronan.

Bertempat di Rumkit Bhayangkara Polda Jatim ( instalasi jenazah ), Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans  Barung Mangera didampingi Karumkit Kombes Pol dr. Prima Heru dan Wadir Resnarkoba Polda Jatim AKBP Teddy Suhendyawan Syarif, Senin (11/3/2019) mengatakan,

 

 

 

tempat kejadian perkara di area SPBU Kebomas Jl. Raya Gresik-Lamongan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tersangkaberinisial YP, warga Jl. Mangkurejo RT 02/RW 01 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, jawa Timur.

Kronolognya  pada Senin, 4 Maret 2019 petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa pada 9 Maret 2019 akan ada pengiriman barang narkotika jenis shabu dari Malaysia ke Surabaya melalui Jakarta, dari bandar yang berinisial SH di Malaysia, yang belum tertangkap petugas dan pernah mengirim shabu dari Malaysia ke Surabaya, kurirnya telah ditangkap anggota DitNarkoba Polda Jatim berinisial CKH dan HLKL yang membawa shabu seberat 1 kilogram, Jumat 19 Oktober 2018 sekitar pukul  17.10 WIB di Hotel BG Junction Surabaya.

Informasinya inisial  SH akan mengirim barang shabu lagi pada 09 Maret 2019 melalui jalur darat dari Jakarta ke Surabaya yang di kendalikan oleh KIM yang sedang berada di Jakarta.

Kemudian anggota berangkat ke Jakarta 06 Maret 2019 sampai 09 Maret 2019 untuk melaksanakan surveilen untuk mengikuti pergerakan tersangka dengan membawa mobil dan diketahui tersangka YP sempat ditelepon EVO yang tinggal di Madura, Jawa Timur pada Rabu 06 Maret 2019 untuk mengantar barang dari Jakarta ke Surabaya dan menemui KIM yang ada di Jakarta.

Kemudian tersangka YP berangkat dari Surabaya ke Jakarta pada Kamis 07 Maret 2019 sekira pukul 08.35 WIB dengan menaiki pesawat Lion Air dan take off pukul 08.35 WIB, dan sampai di Jakarta pukul 12.00 WIB, 07 Maret 2019. Setelah tersangka YP berada di Jakarta menginap di Hotel Aleander Jl. Antara Jakarta Pusat atas perintah EVO.

Pada 08 Maret 2019 pukul 20.00 WIB tersangka YP ditelepon oleh KIM untuk janjian menerima barang di warteg daerah Pasar Baru. Pada Sabtu 09 Maret 2019  sekira pukul 10.00 WIB tersangka YP bertemu di warteg daerah Pasar Baru dengan KIM dan menerima 1 buah koper warna hitam yang berisi 5 bungkus narkotika jenis shabu dengan berat kotor kurang lebi 5  kilogram dan uang Rp. 2.000.000 untuk biaya pejalanan.

Kemudian tersangka YP menuju ke terminal Lebak Bulus, sampai di terminal lebak bulus sekira pukul 14.00 WIB untuk membeli tiket bus dengan tujuan Surabaya. Setelah membeli tiket Po. Antar Jaya tersangka YP berangkat dari terminal Lebak Bulus pukul 16.00 WIB pada 09 Maret 2019 menuju Surabaya.

Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim dengan menggunakan kendaraan roda empat mengikuti tersangka YP yang sedang menaiki bus. Setelah sampai di SPBU Kebomas Gresik bus tersebut berhenti selanjutnya tersangka YP dilakukan penangkapan sekira pukul 08.00 WIB hari Minggu tanggal 10 Maret 2019, kemudian terhadap tersangka YP dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa : 5 bungkus plastik warna putih berisi Narkotika jenis shabu dengan berat total kurang lebih 5 kilogram  yang ada di dalam 1 koper warna hitam merk Hush Puppies, 1 unit  HP merk Samsung warna biru, 1 unit HP merk Docomo warna putih, 1 buah tiket Lion Air JT 0573 H atas nama YP, 1  buah tiket bus Po. Antar Jaya tanggal 09   Maret   2019   atas   nama  YP  tujuan  Surabaya, 1 lembar bil Hotel Aleander atas nama YP dengan no kamar 211 a.n. YP, 1 buah KTP an YP, uang tunai sebesar Rp.2.350.000 dan 1 charge HP merk Asus warna putih.

Setelah petugas melakukan interogasi tersangka YP  memberi keterangan bahwa tersangka YP membawa barang narkotika jenis shabu dari Jakarta ke Surabaya dengan imbalan Rp. 30.000.000 per kilo jika barang sudah diterima penerima di Surabaya. Barang narkotika jenis shabu tersebut akan di antar ke stasiun Gubeng yang mana akan diambil seseorang bernama EVO.

Kemudian oleh petugas tersangka di bawa ke stasiun Gubeng untuk menunggu penerima barang dari jam 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB  pada 10 Maret 2019 sdr EVO tidak datang. Tersangka mengatakan bahwa kalau penerima barang tidak datang barang dikirim ke Ds. Sendang Lauk Kec. Labang Bangkalan dan petugas pukul 19.10 WIB tanggal 10 Maret 2019 membawa tersangka YP ke alamat yang di maksud dan sampai sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian petugas menunggu sampai pukul 22.30 WIB EVO tidak datang dan tiba-tiba tersangka mencoba melarikan diri, oleh petugas dilakukan 3) kali tembakan peringatan untuk memperingatkan agar tersangka tidak melarikan diri, ternyata tersangka YP tetap nekat melarikan diri dan tidak mengindahkan peringatan petugas.

Petugas melaksanakan tindakan tegas dan terukur terhadap tersangka YP dikarenakan situasi gelap dan tertutup oleh semak belukar. Kemudian petugas mendekati tersangka diketahui tersangka YP sudah meninggal. Selanjutnya Jasad tersangka YP di bawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk di lakukan VER.

Barang Bukti  5  bungkus plastik berisi narkotika jenis shabu dengan berat seluruhnya beserta bungkus 5 kilogram, HP Samsung warna biru; HP Dokomo warna putih; tas koper Hush Puppies warna hitam dan  lembar boarding pass Lion Air JT 0573 Surabaya-Jakarta pada 7 Maret 2019. tersangka YP; lembar tiket bus PO Antar Jaya a.n. tersangka YP,  Uang tunai sebesar Rp. 2.350.000,- (dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah); lembar bill Hotel Aleander room 211 a.n. tersangka YP; KTP No. NIK: 3515170607840002 a.n. tersangka Y dan charge HP Asus warna putih.

Smentara Wadir narkoba Polda Jatim menambahkan, bahwa barang bukti Shabu tersebut berasal dari Malaysia yaitu atas pesanan orang Jakarta, yang merupakan jaringan lama dan merupakan rangkaian ungkap kasus Narkoba yang telah lalu.

Pada saat dilalukan pengembangan ke daerah Madura atau Bangkalan tersangka berusaha melarikan diri sehingga terpaksa dilakukan keras oleh petugas yaitu penembakan. Barang Shabu tersebut dikirim melalui kurir  kepercayaan Mr. Kim dalam jaringan Madura. Barang bukti Shabu tersebut  senilai 5 Milyar dan barang bukti Shabu akan disebarkan ke seluruh Jatim. Adapau  tersangka yang ditembak mati yaitu YP orang kepercayaan Mr. Kim. (mbah/hms)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan