Drama Penangkapan Pelaku 11,5 Kilogram Sabu Hingga Pelaku Tewas Tertabrak Truk


Mbah Heru    09 July 2019(04:57)   NARKOBA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Polisi mengungkap jaringan penyelundupan narkotika jenis sabu yang diselundupkan dari Malaysia. Sebelumnya, berat sabu yang dimasukkan 10 galon cat ini ditaksir 10 kilogram, namun setelah dihitung secara pasti, beratnya mencapai 11,5 kilogram senilai Rp 11,5 milyar.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan didampingi Dirnarkoba Kombes SG Manik dan Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera, Senin (9/7/2019) mengatakan, pelaku Pieter Kristiono yang ditangkap di rumahnya di Perum Permata Taman Palem Blok A5/ 16, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, telah meninggal dunia.

Tersangka meninggal dunia, kata Irjen Luki Hermawan, bukan karena ditembak mati petugas. Kapolda Jatim mengakui memang ada drama penangkapan Peter. Saat ditangkap dan dibawa ke Mapolda Jatim, di perjalanan saat mengisi BBM di SPBU Tambun Bekasi, tersanga Pieter izin ke kamar kecil.

Meski diborgol dan dikawal petugas, Pieter pun mencoba kabur dengan mendorong petugas hingga jatuh dan berlari melewati pembatas jalan tol. Petugas lainnya pun bersiap dengan mengarahkan pistol untuk menembak Peter agar tidak kabur.

Namun naas, sebelum ditembak, Peter akhirnya tertabrak truk bermuatan daging yang melintas.

"Ini berhasil diungkap dikembangkan di Jakarta di perumahan. Saat pelaku dibawa ke Jatim, isi bensin di salah satu POM pelaku melarikan diri dan ditabrak truk pembawa daging tanggal 3 Juli," kata Luki saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Polisi langsung membawa Peter ke Rumah sakit. Namun, esoknya, nyawa Peter sudah tak tertolong. Jenazah Peter kini telah dibawa keluarganya. "Dibawa ke RS, akhirnya tanggal 4 Juli meninggal dan sudah dibawa keluarganya,"ujar Irjen Luki-sapaan akrabnya.

Luki menyebut pengungkapan ini merupakan pengembangan dari pelaku yang telah ditangkap di beberapa daerah di Jatim.

"Total sabunya 11,5 kilogram dibagi jadi 10 bungkus. Awalnya, Oktober ditnarkoba menangkap 2,5 kilogram, perkembangan bulan Maret ada yang meninggal di Madura beratnya 5 kilogram. Hasil pengembangan itu, tanggal 3 Juli berhasil mengungkap lagi 11,5 kilogram yang dimasukkan di dalam kaleng cat," lanjut Kapolda Jatim.

Kini, polisi tengah melakukan pengembangan lagi. Pasalnya, barang haram berkualitas KW 1 dan ditaksir senilai miliaran rupiah ini rencananya akan dikirim ke Madura.

"Barang ini dari Malaysia, menggunakan kapal ekspedisi. Sebelumnya menggunakan pesawat, yang maret itu pake ekspedisi, ini juga. Ini ada lagi pengembangan, nanti akan kami sampaikan. Tim masih bergerak di salah satu tempat. BB ini akan dikirim ke wilayah Madura, ada salah satu tempat yang kami jadikan target," pungkas Irjen Luki. (mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan