Polda Jatim Gelar Operasi Ketupat Semeru 2019 (Pengamanan Lebaran) Berakhir, Berikut Hasilnya


Mbah Heru    10 June 2019(06:51)   POLDA
img

Tribratanesspoldajatim.com: Gelar Operasi Ketupat Semeru 2019 ( pengamanan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran) yang dilakukan secara serentak dari  29 Mei – 9 Juni 2019. Tentunya Polri sangat siap dalam menghadapi arus mudik hingga arus balik.

“Polri sendiri telah membangun sebanyak 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu yang nantinya akan tersebar luas di seluruh Indonesia untuk menghadapi arus mudik maupun arus balik tahun ini.

Tidak ada kejadian yang menonjol selama Operasi Ketupat Semeru. Polri terus meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait untuk mengamankan Hari Raya Umat muslim,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Senin (10/6/2019) kepada awak media.

Berikut hasil anev (analisa evaluasi) selama berlangsung Operasi Ketupat Semeru 2019 yang digelar Polda Jatim, terkait kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) pada jalur Arteri: secara kuantitas perbandingan tahun lalu dan tahun sekarang jumlah laka lantas turun 56 % dengan rincian tahun 2018 tercatat 357 kasus dan tahun 2019 ada 157 kasus.

Tahun 2018 jumlah korban tewas laka lantas sebanyak 38 orang tewas dan tahun 2019 tercatat 20 orang tewas. Luka berat ada 45 orang (2018) dan 18 orang (tahun 2019). Luka ringan 520 (tahun 2018) dan 233 orang (2019).

Sementara laka lantas yang terjadi di Jalur Tol wilayah Jawa Timur tercatat untuk tahun 2018 dibanding tahun 2019 mengalami penurutan mencapai 60 % dengan rincian 5 laka (2018) dan 2 kejadian laka lantas (2019).

Sedang korban tewas tercatata 1 orang (2018) dan tahun 2019 nihil. Luka berat 2 (2018) dan 1 korban (tahun 2019). Kejadian luka ringan ada 6 orang (2018) dan 4 orang (2019).

Sementara kendaraan yang terlibat laka lantas masih didominasi motor (R2) padatahun 2018 tercatat 463 motor dan tahun 2019 tercatat 199 motor, sehingga mengalami penurunan sebesar 57%.  Sedang untuk mobil penumpang tahun 2018 ada 80 kasus dan tahun 2019 tercatat 54 kasus, ini mengalami penurunan mecapai 33 %. Sementara Bus di tahun 2018 ada 14 kasus dan 2019 tercatat 8 kasus ini juga mengalami penurunan sebesar 43 %.  (mbah)  

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan