Ketua BEM STIE Widya Gama Lumajang: Mahasiswa Tolak Kerusuhan Selama Sidang MK, Patuhi Konstitusi


Mbah Heru    12 June 2019(08:08)   FORUM
img

Tribratanewspoldajatim.com: Hasil putusan Mahkamah Konstitusi atas gugatan salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden terhadap paslon lain dalam Pemilu 2019 memang baru dikeluarkan pada 28 Juni 2019 mendatang.

Namun demikian, tensi panas politik di Indonesia mulai dirasakan meningkat hingga ke wilayah kedaerahan. Banyak pihak juga memprediksi akan kembali adanya demo besar besaran di Ibukota Jakarta, khusunya di Kantor Mahkamah Konstitusi.

Seperti diketahui, pada  21-22 Mei 2019 terjadi demonstrasi besar besaran dari simpatisan salah satu calon presiden dan calon wakil presiden yang merasa dicurangi dalam prosesi pemilu 2019. Demo yang awalnya bersifat damai, berubah menjadi kerusuhan besar besaran

Menanggapi hal tersebut, banyak pihak yang mencoba meredam dan meminimalisir adanya pengerahan massa yang menuju ke Jakarta, salah satunya dari pihak mahasiswa. 

Adalah Muhammad Riski Rama Duta, Ketua BEM STIE Widya Gama Lumajang yang cukup kritis serta terus memantau perkembangan putusan dari sidang MK terhadap hasil Pemilu 2019. Dia beranggapan, Mahkamah Konstitusi pasti bersikap profesional dengan tak memihak pada salah satu kubu.

“Saya perwakilan dari mahasiswa yang berasal dari Kota Lumajang Jawa Timur sangat menolak demonstrasi yang bersifat kerusuhan selama sidang MK berlangsung. Saya yakin dan percaya, mereka yang duduk di Mahkamah Konstitusi adalah orang orang profesional jadi tak perlu lagi kita turun ke jalan apalagi yang bersifat anarkis. Jangan sampai bangsa kita diadu domba oleh elit politik maupun kelompok tak bertanggung jawab. Kita sudah sangat dewasa, sudah seharusnya kita menerima keputusan bersama dengan lapang dada,” ucap Riski, Selasa (11/6/2019). (mbah/hms)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan