Polwan Cantik Cantik Pasukan Asmaul Husna Bisa Membuat Buruh yang Lakukan Unras Tak Fokus


Mbah Heru    02 October 2019(14:49)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Aksi demonstrasi buruh berlangsung di Kantor DPRD Jatim, Rabu (2/10/2019) siang. Saat ratusan para buruh tersebut tiba, para pengunjukrasa langsung berorasi.

Namun begitu melihat pasukan “Asmaull Husna” Polwan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya melakukan pengamanan terdepan, saat itu jaga  pihak orator aksi sempat terkesimak melihat Polwan berparas cantik cantik berkerudung putih itu.

"Ini polisinya sedang demo atau bagaimana nih kok pada bawa poster," katanya dari mobil komando, Rabu (2/10).

Tak perlu jawaban, sang orator pun kembali melanjutkan orasinya. Dalam orasinya itu, korlap aksi menyebutkan beberapa tuntutan, di antaranya penolakan atas kenaikan iuran BPJS, penolakan terhadap revisi PP 78 Tahun 2015 serta penolakan terhadap revisi UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Gagal fokusnya para demonstran ini rupanya sempat menjadi perhatian Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. Polisi bintang dua itu tersenyum saat para demonstran itu gagal fokus lantaran kehadiran para Polwan berposter itu.

"Para pendemo senang dengan Polwan kita, banyak yang minta foto selfie, bahkan jadi gagal fokus, dan ini sangat baik sekali," ujarnya.

Keberhasilan 'mendinginkan' suasana oleh pasukan Asmaul Husna dari Polwan membawa poster yang berisi imbauan ini, akan dijadikannya sebagai pilot project untuk Polres-Polres jajaran di Jawa Timur dalam menghadapi para demonstran.

"Ini akan dijadikan pilot project bagi yang lainnya. Yang jelas untuk seluruh jajaran polres di Jatim harus melakukan hal yang sama. Ini akan kami laporkan pada bapak Kapolri," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kusnadi yang menemui pendemo mengatakan, bahwa sesuai dengan hasil pertemuan antara pihaknya dengan perwakilan para buruh, disepakati beberapa tuntutan.

Di antaranya sepakat untuk membentuk perda jaminan pesangon dimasukkan dalam prolegda Jatim, serta sepakat segera membentuk badan pengawas rumah sakit.

"Tidak perlu menunggu sampai 2020 untuk mewujudkan tuntutan ini. Sebisa mungkin, secepat mungkin kita wujudkan tuntutan ini," ujarnya disambut teriakan para buruh.

Usai mendengarkan jawaban ketua dewan ini, demonstrasi ratusan buruh dari berbagai wilayah di Jatim langsung membubarkan diri secara tertib. Sehingga aksi unras berjalan lancar, damia dan situasi tetap kondusif. (mbah)

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan