Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Kasus Penambangan Mineral dan Batubara


Mbah Heru    13 August 2019(04:28)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com:  Subdlt IV Tipidter  Dltreskrimsus Polda Jatlm menggelar tidak pidana penambangan mineral dan batubara.

Penyidik menjerat tersnagka dengan pasal  Undang-Undang Republlk Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara Pasal 161: Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operas: Produksu yang menampung memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemumian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dan' pemegang IUP. IUPK, atau Iznn sebagaimana dlmaksud dalam Pasal 37. Pasal 40 ayat (3). Pasal 43 ayat (2). Pasal 48. Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) Pasal 81 ayat (2). Pasal 103 ayat (2). Pasal 104 ayat (3), atau Pasal 105 ayat (1) dipidana dengan pldana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10 milyar

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan Pasal 106: Pelaku Usaha yang melakukan keglatan usaha Perdagangan tidak memlllkn penzman d: budang Perdagangan yang diberikan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) dupldana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 milyar.

Aksi kejahatan berlangsung di Kota Surabaya dan Kabupaten  Sidoaljo, Jawa Timur, Sabtu dan Minggu (6-7/07/2019).  Kasus itu melibatkan komplotan tersangka  berinisial AW (41), AB (49), AH alias AMH (35), AS (50) dan  MR (35).

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmat Yusep Gunawan didampingi KAsubdit IV Tipidter AKBP Rofiq  Ripto Himawan menjelaskan kronologis pada  6 Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, anggota Subdit IVfTipidter Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penyelidikan di rumah yang berada di Kabupaten Sidoarjo.

Di rumah tersebut ditemukan kegiatan pengemasan air raksa atau merkuri tanpa disertai izln yang sudah siap untuk diperdagangkan yang dilakukan oleh tersangka AW. Usai penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AW terkait merkuri tersebut terkait  darimana berasal.

Selanjutnya Minggu 7 Juli 2019 anggota Subdit lV/Tipidter melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka AB di sebuah Hotel di Kota Surabaya tempat tersangka menginap selama melakukan kegiatan usaha berjualan Merkuri diwilayah Jawa Timur.

Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AB, dimana Merkuri tersebut diolah, lalu anggota penyidik langsung melakukan pengecekan di lokasi pengolahan batu Cinnabar menjadi merkuri di Sidoarjo.

Di tempat tersebut ditemukan kegiatan pengolahan dan pemurnian batu cannabar yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau ijin dari pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 UU No 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Minerba dengan cara proses pembakaran yang dulakukan oleh tersangka AH alias AMH atas perintah dari tersangka AB.

Dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh Subdit IV Tipidter., lalu penyidik melakukan pengembangan terhadap para pembeli merkuri lainnya dan tersangka AB yaitu tersangka AS dan tersangka MR yang berasaI dari Kalimantan Selatan.

Modus Operandi tersangka AW telah memperdagangkan air raksa/merkuri dan sianida secara ilegal tanpa disertai izin melalui media internet yaitu website indonetwork.co.id dengan nama akun id UD. Joyo Jaya dan UD. Tansah Rahayu.

Dalam kegiatan usaha tersebut tersangka AW mendapatkan merkuri dengan cara membeli dari pedagang lain yaitu tersangka AB yang didatangkan langsung dari Pulau Seram dalam bentuk batu Cinnabar hasil penambangan tanpa Ijin.

Dalam proses pengolahan batu Cinnabar menjadi merkuri tersangka AB bekerja sama dengan tersangka AH alias AMH yang bertugas menyediakan tempat pengolahan sekaligus yang melakukan pengolahan di 2 tempat wilayah Kab. Sidoarjo. Selain tersangka AW, tersangka AB juga menjual kepada seseorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu tersangka AS dan tersangka MR.

Barang Buktiyang disita dari tersangka AW HP Merk Vivo, HP Merk Samsung SM-BS10E Jurigen isi mercury berat 1 4,910 kg; jurigen kosong bekas isi mercury; 2 isolasi coklat; bendel plastik putih; 16  botol isi mercury tanpa labeI dengan berat (1 kg); 8) 104 botol isi mercury berlebel GOLD dengan berat (1 kg); 9) 1 tong sianida Berat :t 45 kg; 4 karung isi Nikel berat 1 57 kg; 8 buah tutup botol kemasan mercury; timbangan digital; bendel resi pengiriman; buku rekening BCA; kartu ATM Platinum BCA; buku Rekening BRI dan ATM BRI.

Sedang disita dari tersangka AB berupa  jurigen dengan kapasitas 5 liter berisi merkuri/air raksa dengan berat $36.9 kg; jurigen dengan kapasitas 5 liter berisi merkuri/air raksa dengan berat 1295 kg; jurigen dengan kapasitas 5 liter berisi merkuri/air raksa dengan berat i35.1 kg; 3 karung serbuk besi; 2 karung abu sisa pembakaran, timbangan digital; HP merk Nokia warna hitam model RM 1190 dengan kode IMEI 356033086706703;  HP Samsung warna hitam tipe SM-G 973 F/DS; HP Samsung 810 warna hitam  buku tabungan BNI dengan nomor rekening 0803662995; buku tabungan BCA dengan nomor rekening 6495080297; buku tabungan BRI dengan nomor rekening 488701024060537; buku tabungan Mandiri dengan nomor rekening 1620002894297; buah ATM BRI Britama Bisnis nomor 5326595003895658 ATM BRI Card nomor 5221845018012096; ATM BRI Britama Bisnis nomor 5326595003895484; ATM DEBIT BRI nomor 6013011027073765; ATM MANDIRI DEBIT GOLD nomor 4616993225539505; ATM BNI PLATINUM DEBIT nomor 5198931680058077; ATM BCA PLATINUM DEBiT nomor 6019009502004960; 31 buah ember plastik warna orange; 5 corong plastik; gayung plastik warna hijau; 11 bak plastik warna hijau dan kunci pipa.

Disita dari tersangka AH alias AMH  botol aqua dengan kapasltas 1.5L berisl merkuri/air raksa dengan berat 112.5 kg; botol aqua dengan kapasltas 1.5L berisi memuri/air raksa dengan berat :10 kg; botol aqua dengan kapasitas 1,5L banal merkurl/air raksa dengan berat 110,6 kg; jurigen dengan kapasitas 5L banal merkuri/alr raksa dengan bera1129,6 kg dll.; Total bang bukti yang diamankan  414, 2 Kilogram. (mbah)

 

Tribratanewspoldajatim.com:  Subdlt IV Tipidter  Dltreskrimsus Polda Jatlm menggelar tidak pidana penambangan mineral dan batubara.

Penyidik menjerat tersnagka dengan pasal  Undang-Undang Republlk Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara Pasal 161: Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operas: Produksu yang menampung memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemumian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dan' pemegang IUP. IUPK, atau Iznn sebagaimana dlmaksud dalam Pasal 37. Pasal 40 ayat (3). Pasal 43 ayat (2). Pasal 48. Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) Pasal 81 ayat (2). Pasal 103 ayat (2). Pasal 104 ayat (3), atau Pasal 105 ayat (1) dipidana dengan pldana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10 milyar

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan Pasal 106: Pelaku Usaha yang melakukan keglatan usaha Perdagangan tidak memlllkn penzman d: budang Perdagangan yang diberikan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) dupldana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 milyar.

Aksi kejahatan berlangsung di Kota Surabaya dan Kabupaten  Sidoaljo, Jawa Timur, Sabtu dan Minggu (6-7/07/2019).  Kasus itu melibatkan komplotan tersangka  berinisial AW (41), AB (49), AH alias AMH (35), AS (50) dan  MR (35).

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmat Yusep Gunawan didampingi KAsubdit IV Tipidter AKBP Rofiq  Ripto Himawan menjelaskan kronologis pada  6 Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIB, anggota Subdit IVfTipidter Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penyelidikan di rumah yang berada di Kabupaten Sidoarjo.

Di rumah tersebut ditemukan kegiatan pengemasan air raksa atau merkuri tanpa disertai izln yang sudah siap untuk diperdagangkan yang dilakukan oleh tersangka AW. Usai penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AW terkait merkuri tersebut terkait  darimana berasal.

Selanjutnya Minggu 7 Juli 2019 anggota Subdit lV/Tipidter melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka AB di sebuah Hotel di Kota Surabaya tempat tersangka menginap selama melakukan kegiatan usaha berjualan Merkuri diwilayah Jawa Timur.

Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AB, dimana Merkuri tersebut diolah, lalu anggota penyidik langsung melakukan pengecekan di lokasi pengolahan batu Cinnabar menjadi merkuri di Sidoarjo.

Di tempat tersebut ditemukan kegiatan pengolahan dan pemurnian batu cannabar yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, atau ijin dari pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 UU No 4 Tahun 2009 tentang Penambangan Minerba dengan cara proses pembakaran yang dulakukan oleh tersangka AH alias AMH atas perintah dari tersangka AB.

Dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh Subdit IV Tipidter., lalu penyidik melakukan pengembangan terhadap para pembeli merkuri lainnya dan tersangka AB yaitu tersangka AS dan tersangka MR yang berasaI dari Kalimantan Selatan.

Modus Operandi tersangka AW telah memperdagangkan air raksa/merkuri dan sianida secara ilegal tanpa disertai izin melalui media internet yaitu website indonetwork.co.id dengan nama akun id UD. Joyo Jaya dan UD. Tansah Rahayu.

Dalam kegiatan usaha tersebut tersangka AW mendapatkan merkuri dengan cara membeli dari pedagang lain yaitu tersangka AB yang didatangkan langsung dari Pulau Seram dalam bentuk batu Cinnabar hasil penambangan tanpa Ijin.

Dalam proses pengolahan batu Cinnabar menjadi merkuri tersangka AB bekerja sama dengan tersangka AH alias AMH yang bertugas menyediakan tempat pengolahan sekaligus yang melakukan pengolahan di 2 tempat wilayah Kab. Sidoarjo. Selain tersangka AW, tersangka AB juga menjual kepada seseorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu tersangka AS dan tersangka MR.

Barang Buktiyang disita dari tersangka AW HP Merk Vivo, HP Merk Samsung SM-BS10E Jurigen isi mercury berat 1 4,910 kg; jurigen kosong bekas isi mercury; 2 isolasi coklat; bendel plastik putih; 16  botol isi mercury tanpa labeI dengan berat (1 kg); 8) 104 botol isi mercury berlebel GOLD dengan berat (1 kg); 9) 1 tong sianida Berat :t 45 kg; 4 karung isi Nikel berat 1 57 kg; 8 buah tutup botol kemasan mercury; timbangan digital; bendel resi pengiriman; buku rekening BCA; kartu ATM Platinum BCA; buku Rekening BRI dan ATM BRI.

Sedang disita dari tersangka AB berupa  jurigen dengan kapasitas 5 liter berisi merkuri/air raksa dengan berat $36.9 kg; jurigen dengan kapasitas 5 liter berisi merkuri/air raksa dengan berat 1295 kg; jurigen dengan kapasitas 5 liter berisi merkuri/air raksa dengan berat i35.1 kg; 3 karung serbuk besi; 2 karung abu sisa pembakaran, timbangan digital; HP merk Nokia warna hitam model RM 1190 dengan kode IMEI 356033086706703;  HP Samsung warna hitam tipe SM-G 973 F/DS; HP Samsung 810 warna hitam  buku tabungan BNI dengan nomor rekening 0803662995; buku tabungan BCA dengan nomor rekening 6495080297; buku tabungan BRI dengan nomor rekening 488701024060537; buku tabungan Mandiri dengan nomor rekening 1620002894297; buah ATM BRI Britama Bisnis nomor 5326595003895658 ATM BRI Card nomor 5221845018012096; ATM BRI Britama Bisnis nomor 5326595003895484; ATM DEBIT BRI nomor 6013011027073765; ATM MANDIRI DEBIT GOLD nomor 4616993225539505; ATM BNI PLATINUM DEBIT nomor 5198931680058077; ATM BCA PLATINUM DEBiT nomor 6019009502004960; 31 buah ember plastik warna orange; 5 corong plastik; gayung plastik warna hijau; 11 bak plastik warna hijau dan kunci pipa.

Disita dari tersangka AH alias AMH  botol aqua dengan kapasltas 1.5L berisl merkuri/air raksa dengan berat 112.5 kg; botol aqua dengan kapasltas 1.5L berisi memuri/air raksa dengan berat :10 kg; botol aqua dengan kapasitas 1,5L banal merkurl/air raksa dengan berat 110,6 kg; jurigen dengan kapasitas 5L banal merkuri/alr raksa dengan bera1129,6 kg dll.; Total bang bukti yang diamankan  414, 2 Kilogram. (mbah)

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan