Gubernur Jatim: Aman dan Terlindungi Mahasiswa Papua yang Study di Jawa Timur


Mbah Heru    19 August 2019(06:44)   MABES POLRI
img

Tribratanewspoldajatim.com: "Harapannya semua mahasiswa Papua yang studi di Jawa Timur akan terlindungi dan mereka aman bisa mengikuti program studinya dengan baik,"  tegas Gubenur Jawa  Timur Hj Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kapolda Jatim Irjen Luki Hemawan usai membesuk personel Polsek Wonokromo  yang jadi korban pembacokan yang kini, Senin (19/8/2019) masih menjalani opname di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Gubernur Jatim mengharapkan, bahwa mahasiswa Papua yang sedang mengikuti berbagai macam studi di daerah-daerah lain, di Provinsi lain di luar Jawa Timur, juga akan merasakan keamanan.

Bahkan, untuk meredam kejadian yang ada di Jawa Timur, agar tidak semakin meluas, Gubernur Papua Lukas Enembe berencana berkunjung ke Jawa Timur, sekaligus melakukan komunikasi dengan mahasiswa maupun masyarakat Papua yang di Jatim.

"Insya Allah nanti Pak Gubernur Papua juga akan ke Jawa Timur, mereka juga akan mengkomunikasikan dengan para mahasiswa Papua yang sedang studi di Jawa Timur, tidak hanya Surabaya dan Malang, tetapi juga di beberapa kota kota lain," lanjutnya.

Terkait kerusuhan yang terjadi di Manokwari, diduga adanya pernyataan rasis dari oknum tertentu di Jawa Timur, selain itu juga diduga buntut dari pengamanan 43 mahasiswa Papua di Surabaya.

Menanggapi kejadian ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara langsung dan terbuka, menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya, maupun dugaan pernyataan rasis tersebut.

"Ketika kemudian terviral-kan sesuatu yang menjadikan sensitif dengan sebutan sebutan tertentu, tadi saya bertelepon dengan Pak Gubernur Papua, Pak Lukas Enembe kami mohon maaf," ujarnya.

Khofifah menegaskan, pernyataan pernyataan yang didiga rasis tersebut, sama sekali itu bukan mewakili suara masyarakat Jawa Timur. Oleh karena itu, Khofifah minta harus dibedakan antara letupan yang bersifat dari personal dengan yang menjadi komitmen Jawa Timur.

"Kita selalu mengingatkan Jogo Jawa Timur, oleh karena itu hal-hal yang bisa kita komunikasikan mari kita maksimalkan," pintanya.

Selama ini, tambah Khofifah, komunikasi Forkopimda Jatim dengan dengan mahasiswa Papua terjalin sangat baik dan sangat intensif. Khofifah menyebut, pada saat masa kampanye untuk membangun Pemilu damai mereka juga hadir ikut upacara.

Kemudian pada saat hari Bhayangkara mereka juga hadir upacara, pada saat Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional mereka juga hadir ikut upacara di Grahadi. "Komunikasi komunikasi sangat intensif," tegasnya.  (mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan