Tim Penyidik Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Tetapkan VK Tersangka Provokator Kasus Papua


Mbah Heru    04 September 2019(06:40)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com:  Bertambah satu lagi tersangka kasus pengepungan di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya. “ Tersangka  tambah satu lagi berinisial VK, yang sebelumnya dua tersangka sudah ditahan inisial TS dan SA,” tandas Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan didampingi Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho, Rabu (4/9/2019).

Dikatakan, untuk menuntaskan kasus itu, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim bekerjasama dengan Interpol dan Mabes Polri. “ Tersangak VK diduga kuat menjadi provokator pemantik kerusuhan hingga menjalar ke Manokwari Papua,” lanjut Kapolda Jatim.

VK menjadi provokator dengan cara menyebar foto dan diperkuat video dengan caption (keterangan) yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Penelusuran tim SIber  Ditreskrimsus Polda Jatim, banyak sekali uanggahan-unggahan foto maupun video di setiap kegiatan yang melibatkan warga Papua. Dan setiap kegiatan tersebut selalu diunggah di akun twitternya Veronika Koman.

"VK sangat aktif mengunggah foto dan video dalam kegiatan yang melibatkan warga Papua, termasuk kejadian di Asrama Papua Jalan Kalasan Surabaya. Namun setiap unggahan banyak sekali keterangan bohong (hoaks) yang tidak sesuai fakta di lapangan," ujar keada awak media.

Pada saat kejadian di Asrama Papua Surabaya, lanjut Irjen Luki, tersangka Veronika tidak sedang berada di lokasi. Namun dia mengunggah peristiwa tersebut.

"Kejadian di Asrama Papua Jalan Kalasan Surabaya, yang bersangkutan tidak berada di lokasi. Namun dia mengunggah peristiwa di Kalasan," tegas Kapolda.

Sebagai tersangka, polisi telah menjerat Veronika dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP. UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008 tentang penghapusan suku, etnis dan ras. (mbah)

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan