Kapolda Jatim: Tersangka VR Provokator dan Penyebar Hoaks di Masalah Papua


Mbah Heru    04 September 2019(07:23)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Veronica Koman (VK) ditetapkan sebagai tersangka  oleh penyidik Polda Jatim dalam kasus penyebaran informasi hoaks dan provokasi, tercatat cukup aktif mengikuti hampir setiap "gerakan" di Wisma Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan didampingi Wadirkrimsus AKBP Arman Asmara  mengatakan,  setiap kejadian, kemudian dilakukan pengecekan file di Jawa Timur, setiap ada kejadian yang terkait dengan masalah orang Papua, tersangka VR selalu ada di tempat.

"Seperti di bulan Desember, mereka membawa  dua wartawan asing dan waktu itu tanpa dokumen yang ada, sehingga tidak bisa meliput," ujarnya, Rabu (4/9/2019).

Tetapi, kata Kapolda, pada saat kejadian akhir Agustus lalu, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Namun di Twitter terpantau sangat aktif. Kapolda menyebut, dari tanggal memberitakan, mengajak provokasi.

Lalu, apa saja isi twitt Veronica Koman yang akhirnya membuatnya menjadi tersangka? Berikut Kapolda menirukannya.

"Mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura," kata Kapolda tiru cuitan VK. Cuitan ini, kata Kapolda, pada tanggal 18 Agustus, ada di media sosial dan ini makai bahasa Inggris.

"Polisi mulai ke dalam Asrama Papua, total 23 tembakan termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung. Disuruh keluar, ke lautan massa,"  kata Kapolda dari cuitan VK.

"43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas, 5 terluka, 1 kena tembakan gas air mata," cuitan VK lainnya. "Dan semua kalimat-kalimat selalu diinikan dengan bahasa Inggris,"  pungkas Kapolda. (mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan