Kapolres Bangkalan Akan Bergeser ke Jombang


Mbah Heru    05 September 2019(08:25)   PROFIL
img

Tribratanewspoldajatim.com: Adalah AKBP Boby Pa'ludin Tambunan SIK MH. Pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara 1977 silam merupakan Kapolres Bangkalan-Polda Jawa Timur pertama yang memberlakukan tembak mati bagi para pelaku begal atau bandit yang sangat meresahkan masyarakat Bangkalan. 

Bahkan,  predikat sebagai "Sang Raja Penakluk Begal" layak disematkan atas prestasinya dalam menumpas begal. Terbukti, 3 pelaku begal berhasil ditembak mati.

Hal ini dilakukan lantaran mengikis stigma negatif dan predikat masyarakat luas tentang Bangkalan.

"Selama ini, Bangkalan kan dikenal sebagai kabupaten yang rawan dengan aksi begal. Oleh karena itu, saya terapkan tembak mati bagi para pelaku begal untuk efek jera dan masyarakat merasa semakin aman," ujar AKBP Boby-sapaan akrabnya, Kamis (5/9/2019).

Tekad AKBP Boby dalam memberantas begal memang bukan isapan jempol belaka. Rekam jejaknya di dunia kriminal dan 'kenyang' dalam menumpas kejahatan, AKBP Boby tak butuh waktu lama untuk mengikis stigma buruk tentang Bangkalan.

Hal itu dibuktikan, sejak jabatan Kapolres Bangkalan, AKBP Boby tindak kejahatan begal di kabupaten Bangkalan menurun drastis. Bukti sahih itu terlihat selama pertengahan mei 2018 hingga mei 2019, tidak ada satupun kasus begal yang terjadi. 

Namun Demikian, masyarakat Bangkalan sempat digemparkan dengan dua aksi begal yang kembali terjadi di timur UTM pada Juni 2019 kemarin. Tak berselang lama, 4 pelaku begal berhasil diamankan Polres Bangkalan. Pasca kejadian itu, AKBP Boby memerintakan kepada jajaran terkait untuk mendirikan Pos Penjagaan yang beroperasi selama 24 jam di 3 titik rawan yakni Pos Telang, Pos Pandabah, dan Pos Sendang.

Anggota Polres Bangkalan pun silih berganti selama 24 jam berada di 3 pos tersebut. Lengkap dengan senjata laras panjang, pengamanan level satu pun diberlakukan. Tak ayal, seiring terbitnya Surat Telegram (ST) Kapolri bernomor ST/2317/IX/Kep./2019 tertanggal 2 September 2019 tentang mutasi 136 perwira polisi berpangkat AKBP di seluruh Indonesia, kesan mendalam pun ditingggalkan oleh AKBP Boby selama 18 bulan perjalanannya memimpin Korps Polres Bangkalan.

"Meskipun hanya 18 bulan, semoga apa yang telah saya dedikasikan di Bangkalan akan sangat bermanfaat dan setidaknya mampu menghapus stigma buruk di masyarakat luas bahwa Bangkalan itu tidak aman. Buktinya, 3 pelaku begal saya perintahkan untuk tembak mati. Itu menunjukkan bahwa kami komitmen memberantas kejahatan dan saya berharap pengganti saya nanti pos polisi itu tetap dipertahankan untuk meningkatkan keamanan,"tukas pria kelahiran 26 Oktober 1977 tersebut.

Seperti yang diutarakan oleh mahasiswa UTM yang merasa sekarang wilayah timur kampus UTM sudah berada dalam level keamanan nomor satu. "Sekarang sudah tidak takut lagi lewat UTM tengah malam. Karena, anggota polisi sudah berjaga non-stop,"tutur mahasiswa yang identitasnya dirahasiakan. Senada, seorang warga Telang, Kamal pun saat ini merasa aman. "Mau jam berapapun lewat di jalan raya tetap aman. Semoga tetap dipertahankan,"imbuh warga Telang tersebut. 

Upaya dan jerih payah AKBP Boby pun menuai hasil maksimal. Jabatan Kapolres Jombang pun bakal diemban oleh Alumnus Akpol 1999 tersebut. Selamat bertugas di tempat yang baru, Komandan !! (duwi/mbah)

 

 

 

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan