KapolresTulungagung Beri Kuliah Hukum di IAIN


Mbah Heru    04 November 2019(06:06)   PROFIL
img

Tribratanewspoldajatim.com: Di Aula Rektorat lantai 3 Kampus IAIN Tulungagung telah dilaksanakan Kuliah Umum Bersama Kapolres Tulungagung dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2019 dengan mengangkat tema "Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja" Senin (4/11/2019)

Dalam Kuliah umum ini dihadiri oleh sekitar 100 orang : KAPOLRES TULUNGAGUNG AKBP EVA GUNA PANDIA, S.I.K., M.H., M.M, Rekor IAIN Tulungagung, PJU Polres Tulungagung, Rektor dan Dosen IAIN Tulungagung, Mahasiswa peserta lomba vlog tertib lalulintas dan mahasiswa IAIN.

Rektor IAIN Tulungagung Prof Dr. Maftukhin, Mag menyampaikan kerjasama IAIN sebagai Akademisi dan Polres sebagai pemangku keamanan dan Ketertiban dapat terjalin dan berjalan dengan baik.

Turut memantau dan membina terhadap mahasiswa dari luar negeri (Thailand) Dan akan mencanangkan program Smartfren Kampus oleh mahasiswa para Generasi milenial bertujuan untuk menjaga mahasiswa dari berbagai berita hoax dan gerakan-gerakan radikalisme mewujudkan jiwa nasionalisme tinggi dan NKRI harga mati.

Selain itu, akan diadakan lomba animasi yang mengangkat tema kearifan budaya lokal yang selama ini dipakai oleh luar negeri dan hal tersebut akan menciptakan kreator-kreator.

Diharapkan di Tulungagung akan menciptakan Tokoh-tokoh besar dalam menjaga dan membesarkan NKRI dari Inspirasi dari Patih Gadjah Mada yang mempersatukan negeri dan membentuk Bhayangkara sebagai penjaga keamanan Negara.

Sementara Kuliah Umum Kapolres Tulungagung menyampaikan terkait narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Selain itu juga disampaikan pengenalan Program *ASTUTI (Agunging Sikap Tulung Tinulung)

Tentang peredaran Gelap Narkoba  Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime ), Ditangani/Dihadapi Dengan Cara Yang Luar Biasa, Melibatkan Banyak Unsur (Pemerintah, Penegak Hukum, Intansi, Elemen Masy), Kejahatan Narkoba Sebagai Instrumen Proxy War, Kejahatan Terorganisasi, Dilakukan Oleh Kelompok yang Terstruktur 3 (Tiga) Orang Lebih Dan Jaringan Terputus.

Selain itu, Modus Operandi Yang Berubah, Produksi Dibuat Mengikuti Perkembangan, Bisnis Narkoba Yang Cukup Menguntungkan, Penyalahgunaan Narkoba, Upaya Penanggulangan Polri Preemtif oleh Sat Sabhara, Preventif Oleh Sat Binmas, Represif Oleh Sat Narkoba, Treatment (Rehabilitasi)  dan Memberantas narkoba bukan hanya tugas Polri namun juga tugas dari : Jaksa, Hakim, Petugas LP / RUTAN, Pengacara, LSM, BNN, BNP, BNK, INSTANSI dan Seluruh Elemen Masyarakat.

Sedang faktor Pendorong Penyalahgunaan Narkoba Faktor Individu, Faktor Sosial, Faktor Ketersediaan, Tantangan Narkoba bagi generasi Milenial, Media Sosial dan Live Style.

Ketentuan Pidana UU Narkoba dibagi menjadi Pengedar,  Pihak yang memproduksi Narkotika secara melawan hukum (Pasal 1 angka 3 jo Pasal 113)  Pihak yang Meng Impor Narkotika secara Melawan Hukum (Pasal 1 angka 4 jo Pasal 113); Pihak yang meng Ekspor Narkotika scara melawan hukum (Pasal 1 angka 5 jo Pasal 113); Pihak yang melakukan Pengangkutan atau Transito Narkotika secara melawan hukum (Pasal 1 angka 9, 12 jo Pasal 115); Pihak yang melakukan Peredaran Gelap Narkotika dan Preskusor Narkotika (Pasal 1 angka 6 jo 111,112, 129).

Pengguna  Pecandu Narkotika (Pasal 1 angka 13 jo Pasal 54 jo Pasal 127) dan  Penyalahguna Narkotika (Pasal 1 angka 15 jo Pasal 54 jo Pasal 127),  Peredaran Narkoba  Pimpinan rumah sakit, Puskesmas, Balai pengobatan, penyimpanan farmasi dan apotik, Pimpinan lembaga ilmu pengetahuan, Pimpinan industri farmasi dan pedagang besar farmasi (Pasal 35 jo 147) UU No 36 tahun 2019 tentang Kesehatan

 PASAL 196 Setiap Orang yang Dengan sengaja Memproduksi dan atauMengedarkan sediaan Farmasi dan atau alatKesehatan yang tidak Memenuhi standart dan ataupersyaratan Keamanan, khasiat atau Kemanfaatan dan mutu sebagaimana dalam pasal 98 ayat (2) dan (3) dipidana dengan pidana Penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)

PASAL 197 Setiap orang yang dengan sengaja Memproduksi atau mengedarkan Sediaan farmasi dan atau alatKesehatan yang tidak memilikiIzin edar sebagaimana dimaksud Dalam pasal 106 ayat (1) Dipidana dengan pidana penjara Paling lama 15 tahun dan denda Paling banyak Rp 1.500.000.000.

Tentang Kenakalan Remaja Jenis-jenis Kenakalan Remaja, Gejala-gejala Kenakalan Remaja, Sebab-sebab kenakalan remaja, Upaya menanggulangi Kenakalan Remaja, Masalah-Masalah Remaja, Kebutuhan Dasar Anak, Jenis Tindak Pidana pada Anak,  Latar belakang anak yang berkonflik dengan hokum, Faktor yang mempengaruhi meningkatnya perkara tindak pidana pada anak, Faktor tindak pidana pada anak secara umum, Langkah untuk antisipasi meningkatnya kasus tindak pidana yang melibatkan anak

Tindakan Kepolisian Penayangan Nominasi juara Lomba Vlog kerjasama LAIN Tulungagung dan Polres Tulungagung  dan Penyerahan Hadiah.

Kuliah Umum Bersama Kapolres Tulungagung dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2019 bertujuan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa IAIN Tulungagung tentang Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja pada generasi milenial saat ini.

Materi yang disampaikan mampu diterima dan disosialisasikan/diteruskan kepada para mahasiswa IAIN lainnya melalui Dosen maupun Mahasiswa yang mengikuti Kuliah umum ini.

Penyampaian program ASTUTI diharapkan dapat juga di terima dan diterapkan oleh mahasiswa IAIN untuk mendukung kinerja Kepolisian dalam mewujudkan situasi yang aman kondusif serta dapat mencegah berita hoax dan menangkal gerakan radikalisme yang memecah belah NKRI.

Dukungan para remaja/mahasiswa melalui gerakan dan kreatifitasnya dari berbagai kegiatan diharapkan dapat membantu mengharumkan nama bangsa dan menjadi tokoh-tokoh besar dari Tulungagung utamanya dari IAIN Tulungagung.  (mbah/hms)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan