Di Jawa Timur, Selama Sepekan, Operasi Yustisi Jaring 32 Ribu Pelanggaran


Mbah Heru    09 July 2021(08:08)   POLDA
img

SURABAYA (Tribratanews.Jatim.Polri.go.id) – “Kami jajaran dari Provinsi Jatim, dari Kodam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Polda Jatim bersinergi  sekaligus didukung Pemprov menggelar operasi penyekatan yang dilaksanakan di 7  titik antar Provinsi dan 85 antar Kabupaten di Jawa Timur

Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terkait pelaksanaan PPKM Darurat, maka kami perkuat dengan Ops Yustisi gabungan yang berisi TNI, Polri dan Satpol-PP,” ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Affinta, Jumat (9/7/2021).

Sementara sasaran operasi  Yustii,  yakni  kegiatan masyarakat, orang dan tempat. Dari tiga hal ini ditemukan beberapa pelanggaran, sehingga tim gabungan melaksanakan  sidang di tempat yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Tinggi bersama pengadilan, baik sidang di tempat maupun sidang online.

"Sedangkan pelanggaran yang ditemukan selama ops Yustusi adalah berkerumun, tidak memakai masker, melanggar aturan terkait dengan pembatasan kegiatan pada jam tertentu, seperti, jam 5 sore masih berjualan dan membuka toko pada tempat yang tidak ditentukan," lanjut Kapolda Jatim  Irjen Nico Afinta, Jumat (9/7/2021) siang.

Dari kegiatan ops Yustisi, petugas gabungan menjaring 32 ribu orang di 18 Kabupaten/Kota yang dilakukan sejak 3 – 8 Juli 2021. Sedangkan denda yang diberikan antara Rp 25 - 50 ribu. Sedangkan hukuman sosial yakni, push up dan membantu kebersihan.

Tujuan dari Operasi  Yustisi ini, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengajak masyarakat agar mematuhi aturan.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menyebutkan, selama PPKM Darurat, TNI AD, AL, AU, mengerahkan personil sebanyak 2.014 untuk seluruh Jawa Timur.

" Ada1.300 untuk 26 Kab/Kota yang masuk level 3. Sedang 954 orang untuk 12 Kab/Kota yang masuk level 4. Mereka memperkuat 4 pilar PPKM Darurat yakni, Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Babinkantibmas," jelas Pangdam V Brawijaya.

Pasukan ini berasal dari satuan tempur, Satuan Bantuan tempur, Pangkoarmada II dan dari Lanud Surabaya. Mereka masuk ke kampung yang nantinya memastikan mobilitas di desa berkurang, memastikan terselenggaranya 5M dan melaksanakan testing bagi masyarakat di Desa.

"Jika terkonfirmasi ada yang positif dilanjutkan dengan tracing dan diharapkan minimal 15 orang yang kontak erat. Dan treadmen, bagi warga desa yang ringan diisolasi mandiri dan diawasi oleh petugas yang bertugas di Desa tersebut," kata Pangdam.

Jika ada gejala segera dirujuk ke RS rujukan. Mekanisme ini berjalan baik maka diharapkan PPKM Darurat dalam 2 minggu bisa menunjukkan hasilnya.

Tolak ukurnya adalah yang isolasi mandiri berkurang, yang dirawat di RS berkurang dan yang meninggal berkurang. Yang dibutuhkan adalah peran serta masyarakat mematuhi Prokes.

“Bagi masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri membutuhkan logistic maka kami bekerjasama dengan Polda Jatim dan Pemerintah Jatim untuk mendistribusikan dan menghimpun yang gunanya disalurkan ke masyarakat yang isolasi mandiri,” pungkasnya. (mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan