Dibina, Polda Jatim Lakukan Pengawasan Komunitas Black Hat


Mbah Heru    14 March 2018(09:13)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Pasca penangkapan tiga anggota komunitas hacker black hat di Surabaya oleh tim Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan FBI, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas komunitas tersebut. Sebelumnya, tiga anggota komunitas black hat tersebut disinyalir telah meretas sistem elektronik di Amerika dan 42 negara lainnya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Rabu (14/3/2018) penangkapan tiga anggota komunitas hacker black hat ini merupakan tindak lanjut laporan dari agen penegakan hukum luar negeri, melalui internet Crimes Complaint Centre.

Polri yang juga tergabung interpol bekerjasama dengan agen penegakan hukum negara lain terkait empat bidang, diantaranya, teroris, pencucian uang, narkoba serta kasus Cyber.

Sebelum dilakukan penangkapan, Polda Jatim mengaku selama ini telah membina dan mendekati seluruh komunitas hacker di Surabaya, agar tidak melakukan pelanggaran hukum. Namun, jika pembinaan yang dilakukan Polda Jatim tetap tidak dihiraukan, maka seluruh anggota komunitas hacker yang melanggar hukum tetap bisa ditindak dan akan diproses pidana.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya telah menangkap tersangka peretas 600 website Indonesia dan luar negeri. Kedua tersangka berinisial  KPS warga Sawahan, Kota Surabaya yang merupakan pendiri dan NA, anggota kelompok Surabaya Black Hat (SBH).

Pelaku KPS meretas ratusan website, kemudian juga melakukan permintaan sejumlah uang dengan metode pembayaran akun PayPal dan Bitcoin untuk biaya jasa. Sementara, NA merupakan warga Gubeng, Surabaya. Dia bergabung dengan SBH sebagai anggota. 

Yang bersangkutan telah meretas 600 website Indonesia dan luar negeri kemudian meminta sejumlah uang melalui akun PayPal dan Bitcoin sebagai biaya jasa

Dari hasil penyidikan, tim menyita sejumlah barang bukti berupa handphone, laptop, dan Modem. Barang bukti segera dibawa oleh tim ke Sat Reskrim Polrestabes Surabaya untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Perbuatan tindak pidana mengakses komputer atau sistem milik orang lain tersebut telah melanggar pasal 30 jo 46 dan atau pasal 29 jo 45B dan atau 32 Jo Pasal 48 UU RI No.19 Tahun 2016, tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 3, 4, dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang TPPU. (mbah)

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan