Polres Jember Amankan Ribuan Miras Sekaligus Pasang Stiker di Apotik


Mbah Heru    16 April 2018(12:42)   POLRES
img

Tribratanewspoldajatim.com : Maraknya peredaran miras oplosan di wilayah Jember, serta mengantisipasi peristiwa di Jawa Barat yang menewaskan 45 orang akibat menenggak miras oplosan, Polres Jember, Senin (16/4/2018) melakukan pemasangan stiker dan himbauan di sejumlah apotik di Jember untuk tidak menjual secara bebas Alkohol 70%.

Selain memasang stiker himbauan, Kapolres juga menggelar press conference terkait di sitanya ribuan botol miras dari berbagai jenis yang diamankan dari beberapa warung yang ada di beberapa kecamatan di Jember.

"Belajar dari kasus 2016 di Wuluhan yang menewaskan remaja putri meninggal akibat dari pesta miras oplosan, serta beberapa kejadian di beberapa tempat, kami dalam seminggu telah melakukan operasi opensif terhadap miras, dan hasilnya kami berhasil menyita 3762 botol berbagai ukuran dan 21 Jerigen ukuran 40 lt," ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. SIK.

Dari ribuan miras yang disita dengan berbagai merek dan jenis, barang bukti paling banyak adalah miras oplosan,

"Yang paling banyak jenis miras oplosan, dimana para peminum rata rata membeli alkohol 70% dengan dicampur berbagai minuman suplemen seperti Kuku Bima, Extra Joss, Kratingdaeng dan minuman suplemen lainnya," tambah Kapolres.

Kapolres menambahkan, alkohol 70% yang dicampur dengan minuman suplemen akan mengandung Methanol, dimana ketika di konsumsi akan menjadi racun bagi tubuh, sehingga bisa mengakibatkan kematian.

"Selama ini para peminum dengan mudah mendapatkan alkohol 70% di apotek apotek, padahal alkohol jenis ini untuk membersihkan luka, oleh karena itu hari ini kami juga menghimbau dan memasang stiker himbauan ke Apotek untuk membatasi maupun memperketat penjualan alkohol tersebut," ujarnya.

Selain melakukan himbauan dan pemasangan stiker, dalam waktu dekat Polres akan melalukan koorsinasi dengan Dinas Kesehatan Jember serta Apoteker untuk melakukan pengetatan penjualan alkohol 70% yang selama ini masih bebas di perjualbelikan. (rus/ali/mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan