Deteksi Kecepatan Kendaraan, Satlantas Polres Jember Luncurkan Speed Gun


Mbah Heru    09 May 2018(03:21)   LANTAS
img

 

Tribratanewspoldajatim.com : Satlantas Polres Jember kini telah mengoperasikan Speed Gun yaitu alat pengukur kecepatan kendaraan bermotor. Pengendara yang diluar kecepatan akan tercatat dan ditilang. Alat tersebut dioperasikan oleh anggota Satlantas Polres Jember, di salah satu jalan yakni di jalan Hayam Wuruk Kecamatan Kaliwates, Jember.

"Alat Speed Gun dengan sensor pengukur laju kecepatan, kamera penangkap kendaraan, software dan tablet," jelas Kasatlantas Polres Jember AKP. Prianggo Parlindungan Malau, SIK.

"Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018 ini juga dilaksanakan penindakan menggunakan Speed Gun alat pengukur kecepatan bagi pengguna jalan atau pengemudi saat mengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat," jelasnya.

Lokasi yang diambil, sambung Iptu Suyitno, di jalan Hayam Wuruk, sebab Kaliwates merupakan bagian jantung kota, apalagi di sana rambu-rambunya sangat jelas. Jadi, jalan Hayam Wuruk sudah terpasang rambu-rambu dengan batas kecepatan 50 km/jam.

Menurut Kasat Lantas apabila pengguna kendaraan yang melintas di jalan Hayam Wuruk, melebihi batas kecepatan 50 km/jam itu berarti itu sudah melanggar sebab di sana sudah ada rambu-rambu yang mengatur, sudah terpasang rambu-rambu batas kecepatan.

"Sehingga pelaksanaan kita saat menggunakan alat Speed Gun itu, kita memantau pengguna jalan dan sudah terjaring beberapa kendaraan diantara nya ada honda jazz dan sepeda motor yamaha mio, jadi saat kita menembakkan speed gun tersebut dan ada Mobil Honda Jazz warna biru yang melebihi kecepatan yakni 100 km/jam, jadi terpampang pada alat Speed Gun tersebut kemudian kendaraan tersebut diberhentikan oleh petugas dan diperiksa surat-suratnya lengkap dan karena pelanggarannya tentang kecepatan maka kita lakukan penindakan dengan tilang," tuturnya.

Sementara itu Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember, Iptu Suyitno, mengatakan bahwa ada juga sepada motor yang melintas dan pada saat kita menembakkan alat Speed Gun, ternyata kecepatannya melebihi batas kecepatan yaitu 70 km/jam, yang seharusnya pada rambu-rambu sudah di atur 50 km/jam maka pengendara tersebut juga ditindak dengan tilang karena sudah melanggar batas kecepatan yang sudah diatur.

"Jadi hari ini dua kendaraan yang kita jaring untuk yang di dalam kota, untuk berikutnya di luar kota kita juga akan gunakan," tandasnya.

Kanit Turjawali Suyitno mengimbau, kepada masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, karena sudah jelas kalau memang rambu-rambu yang mengatur kecepatan, kalau kecepatan 50 km/jam maka harus 50 km/jam dan kalau perlu dibawa 50 km/jam, Karena melihat situasi dalam kota padat dan pengguna jalan lainnya itu hanya maka harus lebih hati-hati.

"Kalau kecepatannya melebihi rambu-rambu yang sudah ditetapkan, tentunya akan membahayakan bagi pengguna jalan yang lain, maka akan berpotensi terjadinya kecelakaan, jadi masyarakat lebih tertib dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, sehingga dijalan bisa selamat dan nyaman karena keselamatan itu menjadi kebutuhan masyarakat," pungkasnya, Rabu, (8/5/2018). (nang/ali/mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan