Satlantas Polres Jember Pasang Replika di Jalur Rawan Kecelakaan


Mbah Heru    14 May 2018(01:37)   LANTAS
img

Tribratanewspoldajatim.com : Kesadaran masyarakat Jember dalam berkendara sangat minim, kenyataan ini terlihat dari data selama operasi patuh 2018 yang digelar Satlantas Polres Jember sejak 26 April hingga 9 Mei lalu, dari data yang diterima media ini, tingkat pelanggaran maupun kejadian laka lantas yang terjadi selama operasi patuh ada kenaikan signifikan, sehingga selama kurun waktu 14 hari, sedikitnya 4.635 surat tilang diterbitkan Satlantas Polres Jember untuk meningak pelanggar atau naik 24% dari operasi patuh pada tahun 2017.

“Dari data yang kami catat, angka pelanggaran meningkat signifikan, tidak hanya pada pelanggaran, namun dari beberapa kejadian juga mengalami peningkatan, ini sangat ironis sekali, dan menunjukkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sangat rendah, bahkan dari 60 pelanggar yang tidak memiliki SIM, 40 diantaranya adalah anak di bawah umur,” ujar Kasatlantas Polres Jember AKP. Prianggo Malau Parlindungan, SIK, Minggu, (13/5/2018).

Selain angka pelanggaran yang mengalami peningkatan, angka kejadian lalu lintas juga meningkat tajam, jika pada tahun 2017 jumlah kejadian yang tercatat jajaran Satlantas Polres Jember sekitar 24 kejadian, namun pada tahun 2018 bertambah menjadi 43 kejaian, sehingga ada kenaikan sekitar 79,1%, begitu juga korban meninggal dunia akibat laka lantas, jika pada operasi patuh 2017 ada 3 korban meninggal dunia, pada tahun 2018 tercatat ada 7 korban meninggal atau naik sekitar 133%.

“Kenaikan ini sangat memprihatinkan, ke depan kami akan terus meningkatkan operasi dan akan memberlakukan tindakan khusus terhadap pengendara dibawah umur, karena dari banyaknya kejadian, 50% lebih disebabkan pengendara yang belum memiliki SIM, dan sebagian besar terjadi pada anak dibawah umur,” ujar Kasatlantas.

Untuk memberikan efek jera pada pengendara dibawah umur, Satlantas Polres Jember tidak hanya akan melakukan penilangan saja terhadap pengemudi, tapi juga akan memanggil orang tuanya ke Satlantas untuk diberi pembinaan.

Selain melakukan tindakan khusus pada pengendara dibawah umur, Satlantas Polres Jember juga akan memasang beberapa replika baik replika mobil patroli, replika petugas Satlantas maupun lampu peringatan di beberapa titik yang dianggap black spot yang ada di daerah Jember, khususnya menghadapi arus mudik.

 

“Ada 3 titik yang paling rawan angka kecelakaanya, yaitu di Pakusari, Tanggul dan Bangsalsari, pada titik yang rawan itu nanti kami akan memasang replika kendaraan polisi dan petugas, dengan harapan warga akan lebih berhati-hati saat melintas,” tambah Kasatlantas.

Selain memasang replika, Satlantas Polres Jember juga melatih warga sekitar lokasi dalam penanganan korban laka lantas, sehingga korban yang mengalami luka berat bisa segera tertolong oleh warga dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Pada titik titik black spot, kami selain menempatkan beberapa petugas, kami juga memerikan pelatihan kepada warga dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan, terutama kepada korban luka beras, hal ini diharapkan bisa mengurangi resiko korban meninggal dunia,” pungkas Kasatlantas.

Operasi patuh 2018 ini sendiri digelar sebagai bagian dari menyambut operasi ketupat dengan tujuan untuk mencegah kecekalaan dan pelanggaran, dengan target 7 sasaran diantaranya, pengendara yang menggunakan HP saat berkendara, melawan arus, tidak menggunakan helm ber SNI, membonceng lebih dari satu orang, berkendara dibawah umur, mengemudi bawah pengaruh Narkoba dan mengemudi dengan kondisis mabuk. (rus/ali/mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan