Perlu Pendampingan Psikologis dan Pemulihan Trauma Bagi Anak yang Orangtuanya Pelaku Bom Bunuh Diri


Mbah Heru    15 May 2018(10:35)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menegaskan, bahwa pendampingan perlu pertolongan pertama psikologis dan pemulihan trauma bagi anak pelaku bom bunuh diri yang masih hidup dan kini, Selasa (15/5/2018) menjalani perawatan intensif medis di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Pertolongan pertama itu seperti dapat direduksi atau berkurang ketegangan (stress), merasa aman, nyaman dan tenang setelah mengalami peristiwa traumatis.

Selain itu,  dapat melakukan teknik relaksasi progresif untuk mencegah timbulnya kondisi stres akut diantaranya seperti gejala gangguan tidur, mimpi buruk, gangguan makan dan hypervigilance. Mengurangi resiko ganguan psikis lanjutan spt PTSD (post trumatic stress dissorder), depresi dll

Juga, menerima informasi memadai yang dibutuhkan berkaitan tentang kejadian (misalnya keberadaan keluarga, kondisi kedaruratan medis yang dia alami, fasilitas pelayanan kesehatan yang akan diterima dan sebagainya).

 Sementara bagi keluarga korban diharapkan diharapkan menerima informasi yang memadai berkaitan dengan peristiwa dan kondisi korban melalui konseling penyampaian berita buruk.

Membantu agta keluarga untuk tetap merasa merasa tenang, dapat menerima keadaan yang dialami melalui proses konseling PFA (Psycological First Aid). Tercegah timbulnya reaksi emosi yang tak terkontrol seperti hysteria, tempertantrum, kemarahan dan sebagainya. Termasuk meyakinkan tentang tersedianya dukungan psikososial yang memadai. (mbah)

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan