Ditlantas Polda Jatim Gelar FGD Diikuti 130 Peserta


Mbah Heru    24 May 2018(12:50)   LANTAS
img

Tribratanewspoldajatim.com: Ditlantas Polda Jatim gelar Focus Group Discussion (FGD) angkutan Online, yang berlangsung di Gedung SIER Surabaya, Kamis (24/5/2018) .

Kegiatan ini melibatkan 130 orang terdiri dari yaitu Korlantas Polri, Pejabat utama Ditlantas Polda Jatim, Kadishub Prov. Jatim;  Kadis PU BM Prov. Jatim; Kadinkes Prov. Jatim; Kepala BBPJN VIII; Kasat Lantas Polres Jajaran Polda Jatim;  Kadishub Kab/Kota se Jawa Timur;  Masyarakat transportasi Indonesia (MTI); Organda; Perwakilan  Operator  Angkutan  Online  (Gojek dan Grab), Tokoh Masyarakat;  Dekan   Fakultas   Hukum   Unair,   Untag   dan Unesa, Mahasiswa  (Unair,  Unibraw,  Untag,  Unmuh, Unesa dan ITS); Media cetak dan elektronik; Unsur pemuda; dan  5 Pilar Prov. Jatim.

Kegiatan itu melibatkan narasumber Ellen Tangkudung Ir. Msc. Dan pada kegiatan ini pula yang dibahas tentang issue transportasi umum saat ini seperti keselamatan, Kemacetan, Angkutan umum massal dan Ojeg atau angkutan sewa khusus atau aplikasi online.

 Kenapa    angkutan    umum    menjadi    tanggung    jawab Pemerintah,  karena  angkutan  umum ini  melayani transportasi layanan untuk umum.

Pada  aspek  keselamatan,   kecelakaan  lalu  lintas   yang melibatkan sepeda motor dari Korlantas Polri dapat diambil kesimpulan  bahwa  terus  naik  tidak  pernah  turun.  Pada Tahun 2015 keterlibatan sepeda motor pada kecelakaan lalu lintas sebesar 70 %, tahun 2016 sebesar 71 % dan Tahun 2017 sebesar 71 %.

Data   korban   kecelakaan   lalu   lintas   berdasarkan   jenis kelamin sebanyak 77 % adalah laki-laki sedangkan jenis kelamin perempuan sebesar 33 %. Pada sisi usia memperlihatkan bahwa di usia 20-42 tahun paling banyak menjadi korban kecelakaan lalu lintas, dimana korban merupakan diusia produktif.

 Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas yangada di Indonesia, Pemerintah membuat rencana aksi melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011– 2035.

 Dalam program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, terbagi  5 Pilar yang mempunyai tanggung jawab dalam menurunkan angka kecelakaan.

 Program Road Safety Partnership Action meliputi sasaran Pemakian helm yang baik dan benar dan Perlindungan perjalanan anak ke sekolah.

Selain itu,  Pelanggaran lalu lintas, Penggunaan gawai, Batas kecepatan maksimal, Drink dan drive, Kelelahan pengemudi / rest area, Pengguaan sabuk keselamatan / safety belt, Pengunaa mobil barang untuk angkutan orang dan Pilot project / modernisasi / kemitraan. (hms/mbah)

 

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan