Jampi Jawa Timur Laporkan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto ke Polda Jatim


Mbah Heru    13 June 2018(19:11)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Adanya fatwa dari  kiai pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet Kabupaten Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim yang melarang umat Islam memilih Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 menuai masalah. Dan akhirnya dia dilaporkan ke Polda Jatim.  

Kiai Asep dilaporkan Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (JAMPI) Jawa Jatim ke Subdit V Cybercrime, Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (13/6/2018). Dia dinilai melakukan ujaran kebencian dengan mengeluarkan fatwa supaya umat Islam tak memilik Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dalam Pilgub Jatim 2018.

Ketua Umum JAMPI Jatim, Abdul Hamid menjelaskan, dalam fatwanya kiai Asep mengatakan jika orang mukmin tidak memilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalam Pilgub Jatim 2018, maka dinilai berkhianat pada Allah, Rosululloh dan orang mukmin. Pernyataan itu juga disertai hadits.

Selain itu, lanjut Hamid, umat mukmin yang memilih Gus Ipul-Puti dinilai berkhianat pada Allah, Rosululloh dan orang mukmin. Alasan pelarangan itu karena pasangan tersebut tidak amanah. Sementara pemimpin yang amanah, Khofifah dan Emil.

“Kami mempersoalkan dan melapor ke Polda, karena ada unsur pidana. Kiai Asep menyebut nama, yakni Gus Ipul. Ini sama saja dengan pembunuhan karakter,” kata Hamid.

Saat melapor ke Subdit V Cybercrime, Ditreskrimsus Polda Jatim, Hamid yang juga didampingi tiga temannya membawa barang bukti. Seperti foto, rekaman percakapan dan surat fatwa yang menyebut larangan memilih Gus Ipul dan Puti.

Hamid menegaskan, munculnya fatwa tersebut merupakan langkah mundur demokrasi. Dalam sistem keterbukaan, masyarakat memiliki hak untuk memilih siapa pun. Fatwa Kiai Asep dinilai tidak memberi ruang bagi pemilih menggunakan hak pilihnya secara bebas. 

 “Saya kira fatwa dari beliau (Kiai Asep) kurang etis lah, biarkan saja masyarakat memilih pemimpin yang diinginkan,” tandas Hamid. (mbah)

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan