Polda Jatim Gelar “Khotmil Quran” Selama Pilkada Jatim 2018


Mbah Heru    22 June 2018(12:43)   FORUM
img

Tribratanewspoldajatim.com: Tepatnya tanggal 27 Juni 2018, pesta demokrasi bakal digelar serentak, tak terkecuali Jawa Timur juga gelar Pilkada Jatim.

Kali ini di Jawa Timur pasangan calon (paslon) yang bakal “bertarung” nomor urut 1  menampilan pasangan Khofifah Indar Parawangsa (Gubernur  Jatim) dan Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jatim). Sedang pasangan nomor urut  2 menampilkan Drs H Saifullah Yusuf (Gubernur Jatim) dan Putih Guntur Soekarno (Wakil Gubernur Jatim).

Terkait hal itu, Divisi Humas Mabes Polri menggelar lomba karya jurnalistik  bertajuk “ Bersama Polri Wujudkan Pilkada Damai 2018”.

Tentunya upaya sudah dilakukan oleh berbagai instansi terkiat untuk mewujudkan agar, khususnya  Pilkada Jatim 2018 benar benar “bebas” dari kerusuhan yang  menjurus anarkis. Fanatisme pendukung salah satu bakal calon (paslon) juga perlu diantisipasi. Tujuannya agar tidak membuat ulah atau kerusuhan. Untuk itu, perlu diantisipasi pada saat hari “H” pesta demokrasi itu.

Aparat keamanan tentunya sudah siap untuk bekerja ekstra keras pada pelaksaan pesta demokrasi tersebut. Persiapan persiapan sejak awal yang dilakukan oleh aparat keamanan sudah diagendakan sedemikian rupa.  Semua bertujuan agar pada Pilkada Jatim benar benar aman, lancar dan tetap kondusif.

Untuk mewujudkan kearah itu, sekali lagi, Forkopimda Jawa Timur sepakat  menggulirkan slogan “Masyarakat  Jawa Timur  Sepakat Pilkada Damai”.  Tentunya untuk mewujudkan Pilkada Jatim Damai Harga Mati tak semudah seperti membalikkan tangan.

Berbagai upaya juga dilakukan untuk melakukan seperti  koordinasi antar instansi terkait dan bahkan sampai sampai pihak yang berharap Pilkada Jatim Damai bisa “merangkul”  antara lain tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) plus mahasiswa.

Terkait hal itu, aparat keamanan, sebut saja Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Drs  Machfud Arifin SH begitu getol untuk melakukan pendekatan dan bahkan mengumpulkan atau “merangkul” toga dan tomas. tujuanya diajak untuk menciptakan  ajang pesta demokrasi Pilkada Jatim 2018 Damai.

Pastinya wilayah yang menjadi tanggungjawab masing masing pimpinan berharap Pilkada Serentak 27 Juni 2018 benar benar damai atau mendekati relatif damai. Sementara masyarakat juga memohon yang sama, pesta demokrasi  Pilkada Serentak benar benar  berjalan lancar, aman dan kondusif.

Maklumat Pilkada

Tercatat ada 19 pemilihan kepala daerah (18 pilkada kabupaten dan kota, serta Pemilihan Gubernur Jawa Timur). Terkait hal ini, Kapolda Jatim menerbitkan Maklumat tentang Pengamanan pilkada serentak tahun 2018.

"Kepada seluruh anggota Polri Kepolisian daerah Jawa Timur, saya selaku Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur mengeluarkan maklumat sebagai berikut," kata Kabidkum Polda Jatim Kombes Arnapi saat membacakan maklumat tersebut di sela acara simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Pilgub Jatim 2018.
 

Berikut Maklumat Kapolda Jatim tentang pilkada serentak 2018.

1. Jaga netralitas Polri, laksanakan tugas pengamanan secara profesional, siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi.

2. Petakan potensi kerawanan di setiap tahapan pilkada, serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas, sehingga setiap potensi permasalahn dapat segera teratasi.

3. Perkuat sinergitas dengan TNI, Pemda, partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta media, untuk bersama-sama mendukung terlaksananya Pilkada serentak tahun 2018 yang aman, tertib, lancar dan demokratis.

4. Siapkan rencana pengamanan kontijensi, serta latihan kepada seluruh personel, sehingga mampu menghadapi eskalasi ancaman yang mengarah pada situasi kontijensi.

5. Kepada seluruh personel yang melaksanakan pengamanan tidak boleh undersetimate, setiap permasalahan yang timbul pada tahapan pilkada harus diselesaikan secara profesional dengan tetap berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

6. Lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota, guna meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.

7. Beri arahan yang jelas kepada anggota yang akan lakukan pengamanan, sehingga memahami apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.

8. Kelola anggaran secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Demikian maklumat ini untuk dipatuhi dan dilaksanakan, sebagaimana mestinya agar terwujudnya keamanan, ketertiban masyarakat serta Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang tercinta. 

 

Selain itu, Polisi dan TNI akan all out mengamankan Pilkada serentak di Jawa Timur tahun 2018. Jumlah personel yang diturunkan sebanykan 120.999 gabungan Polri, TNI dan Linmas.

"Kekuatan personel pada tahap pemungutan suara total sebanyak 120.999 personel," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin.

Dari jumlah 120.999 personel yang siap diturunkan mengamankan tahapan pilkada bupati dan Wali Kota Serentak di 18 kabupaten dan kota, serta pemilihan Gubernur Jawa Timur, terdiri dari Polda Jatim dan jajaran sebanyak 27.840 personel. TNI 6.210 personel dan Linmas 86.949 personel.

Untuk Polda Jatim, pada tahapan persiapan, personel yang dikerahkan sebanyak 16.688 personel. Pada tahapan masa kampanye sebanyak 16.688. 

Tahapan pada masa tenang, diterjunkan 12.118 personel, tahapan pemungutan suara sebanyak 27.840 personel, tahapan penghitungan suara di tingkat PPK sebanyak 18.794 personel, tahapan penghitungan suara di tingkat kabupaten dan kota sebanyak 14.779 personel, penghitungan suara di tingkat provinsi sebanyak 7.792 personel, tahapan penetapan atau pengumunan pemenang pilkada sebanyak 10.206 personel dan tahapan pelantikan sebanyak 11.431 personel.

"Khusus personel yang tidak terlibat pengamanan pilkada pada satu tahapan tertentu, tetap melaksanakan kegiatan rutin," jelasnya.

Dukungan sarana dan prasarana dalam pengamanan pilkada serentak, seperti alat komunikasi, kendaraan air (kapal) sebanyak 109 unit, kendaraan bermotor (Ranmor) roda 2 sebanyak 1.378 unit, roda empat sebanyak 202 unit dan roda enam sebanyak 498 unit, helikopter sebanyak 1 unit dan senjata api sebanyak 11.313 pucuk.

Sementara Polda pengamanan TPS pada saat pemungutan suara nanti, jika TPS tersebut dinilai aman, maka jumlah personel pengamannya terdiri dari 1 polisi, 10 Linmas, 5 TPS. Atau 2 polisi, 10 linmas, 5 TPS ditambah saksi parpol.

Untuk TPS kategori rawan yakni, 2 TPS, 1 polisi, 4 Linmas ditambah saksi parpol.

Sedangkan TPS yang dinilai sangat rawan, pola pengamannnya terdiri 1 TPS, 1 polisi, 4 linmas ditambah saksi dari parpol. 

Khotmil Quran Selama Pilkada Jatim

Polda Jatim gelar Ngaji untuk Negeri selama Pilkada 2018 di Jawa Timur berlangsung. Ngaji untuk negeri ini berlangsung di masjid “Arif Nurul Huda” bertempat di Mapolda Jatim.

Diharapkan dengan terselenggaranya “Khotmil Quran” ini masyarakat Jawa Timur mendapat keberkahan dan Pemilukada dapat berjalan dengan lancar, Jumat (2/3/2018).

Usai diresmikannya masjid “Arif Nurul Huda” ini, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin ingin mendapatkan keberkahan  dengan menggelar ngaji untuk negeri yang bekerja sama dengan Jamiyyatul Qurra’an Wal Huffazh Nahdatul Ulama  Jawa Timur.

Hadir  antara lain Anton Bahrul Alam, mantan Kapolda Jatim, yang sempat berkotbah di masjid Arif Nurul Huda usai jumatan. Nantinya Khotmil Quran ini akan selalu diselenggarakan setiap hari Jumat selama Pemilukada berlangsung hingga usai.

Dalam waktu dekat Kapolda juga akan menggelar sholawatan dengan acara yang lebih besar, seluruh Kapolres akan serentak menggelar sholawatan. Selain itu, Kapolda juga akan silaturahmi kepada para kyai alim ulama diseluruh Jawa Timur, untuk mengajak bersama sama menjaga keamanan di Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengharapkan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat Jatim dan anggota Polri mendapat keberkahan dari Allah Subehanahu Wataalla. Dalam menggelar kegiatan ini, Kapolda Jatim  akan terus bersama Nahdatul Ulama Jawa Timur  untuk berlangsungnya Khatmil Quran atau ngaji untuk negeri ini.

Sementara untuk keamanan menjelang Pilkada di Jawa Timur, Polri dan TNI beserta instansi terkait telah menyiapkan semua untuk pelaksanakan Pilkada Jatim, agar berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan intruksi Kapolri.

Kapolda Jatim juga ingin Jawa Timur tetap adem atau sejuk dengan menggelar ngaji untuk negeri , mengiringi jalannya pesta demokrasi agar tetap aman dan damai.

Datangkan 10 Kiai Besar

Sampai sampai agar Pilkada Jatim damai, upaya lain yang dilakukan polda jatim mendatangkan 10 kiai besar. Para kiai itu diundang oleh kapolda jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin sh untuk mengikuti “Istiqhosah dan doa Bersama” untuk Jawa Timur Damai. Hajatan besar tersebut berlangsung di Mapolda Jatim di Jalan A Yani Surabaya, Minggu (13/4/2018) dimulai pukul 05.30 Wib.

Kegiatan itu juga menghadirkan sekitar  30.000 jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur termasuk Polres jajaran Polda Jatim –TNI – Aparatur Sipil Negara (ASN) Penprov Jawa Timur plus masyarakat.  Ke-10 kiai besar yang akan mengikuti istighosah dan doa bersama, yakni KH Maimun Zubair (Rembang Jateng), Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya (Pekalongan Jateng), KH Miftakhul Akhyar (Surabaya), KH Nurul Huda Jazuli (Ploso Kediri), KH Anwar Manyur (Lirboyo Kediri), KH Agoes Ali Masyhuri (Sidoarjo),  KH Nawawi Abdul Djalil (Pasuruan), KH Moh Hasan Mutawakil Alallah (Probolinggo), KH Cholil Asad Syamsul Arifin (Situbondo), dan RKH Fakhrillah Aschal (Bangkalan Madura).

Selain itu, “tiga pilar “ Plus Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo), Kapolda Jatim Irjen Drs Pol Macfud Arifin, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman dan Forkopimda Jatim juga mengikuti acara ini. Para kiai besar berbaur bersama Forkopimda, dan ribuan umat muslim di Jawa Timur.

"Kami mengajak warga Jawa Timur istiqhosah dan doa bersama. Tujuannya untuk mendoakan Pilkada Jatim benar benar damai," tegas Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs  Machfud Arifin SH.

bukan hanya istiqhosah dan doa bersama, agar pada pagelaran pesta demokrasi Pilkada Jatim Jatim kelihatannya masih kurang puas. Kemudian meluncurkan inovasi lain seperti setiap Jumat pagi (sebelum salat Jumat) dgelar “Kataman Quran”  digelar di masjid “ Arif Nurul Huda” Polda Jatim. Tujuannya sama, supaya pesta demokrasi Pilkada Jatim benar benar damai.

Tugas berat yang “dipikul”  oleh aparat keamanan pada Juni 2018 ini benar benar bisa dirasakan. selain menghadapi pengamanan Idul Fitri 1439 H (yang jatuh pada 15-16 Juni 2018), juga pesta demokrasi Pilkada Jatim.

Namun demikian, diharapkan partisipasi semua masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mahasiswa untuk bisa menciptakan situasi kondusif di daerahnya masing masing.

Untuk itulah, membangun sinergitas tiga pilar, TNI – Polri -  Pemerintah plus tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) tak henti hentinya dilakukan. Bukan Cuma itu saja,  Kapolda Jatim Irjen Drs Machfud Arifin tak segan segan “merangkul” semua elemen masyarakat termasuk  pendukung calon Gubernur serta partai pendukung untuk membangun komitmen bersama, agar Pilkada Jawa Timur bisa berlangsung  sejuk – damai.

Aparat keamanan sebagai penanggung jawab keamanan di Jawa Timur, terutama saat menghadapi moment pesta demokrasi Pilkada Serentak 2018, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, sekali lagi tak henti hentinya membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Tetap meningkatkan sinergitas tiga pilar plus, yakni TNI – Polri - Pemerintah Jawa Timur – Toga dan Tomas.

Bukan Cuma itu saja, Apel Tiga Pilar oleh Kapolda Jatim digelar di lapangan Apel Mapolda Jatim. Aksi apel tiga pilar ini antara Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman dan Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo (Pakde Karwo), yang diikuti oleh peserta apel dari anggota TNI dan Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jatim.

Kapolda Jatim, sekali lagi,  tak henti hentinya untuk membangun komunikasi dengan tiga pilar plus termasuk Toga dan Tomas termasuk  “merangkul”  tim pendukung pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur plus  Partai pendukung paslon.

Kegiaan pertemuan  itu juga dihadiri oleh KPU Jawa Timur Eko Sasmito dan Bawaslu Jatim melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga Jawa Timur agar aman, lancar dan  kondusif  saat Pilkada Jatim berlangsung.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin menambahkan,  komitmennya bersama TNI untuk mengamankan Pilkada Serentak 2018. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan pemetaan kerawanan termasuk memetakan karakter masyarakat.

Menurut Kapolda Jatim, indeks kerawanan Pemilu di Jawa Timur masih tergolong sedang dan relatif aman. "Kami pastikan bahwa seluruh anggota Polri hingga ditingkat Polsek sudah siap dalam mengamankan Pilkada di Jatim, termasuk mengevaluasi dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya," tegasnya.

"Pengamanan ini akan dilakukan sampai tahap akhir Pilkada. Pengamanan kita juga berbasis IT. Jadi bisa memantau semua kondisi dari command center Polda Jatim," ujarnya. 

Pilkada Damai Harga Mati

Pesta demokrasi adalah satu sasaran untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, bukan merusak. Untuk itu, bagi orang nomor satu di Jawa Timur ini, Pilkada Serentak 2018 yang aman dan damai adalah harga mati.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menilai kontestasi pemilihan kepala daerah di wilayahnya tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Alasannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ikut mengawasi Pilkada Jatim.

“Mulai jajaran atas hingga bawah, kompak untuk satu sikap bersama, yaitu aman dan damai adalah harga mati di Jawa Timur," kata Soekarwo di Convention Hall Grand City, Surabaya, Selasa (20/3/2018).

Rapat koordinasi yang dihadiri sekitar 2.000 orang, mulai dari Bupati/Wali Kota, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua KPU, hingga TNI/Polri.

Gubernur Jatim Soekarwo juga berkomitmennya bersama Forkopimda yang terdiri dari Pangdam V Brawijaya, Kapolda, dan Kajati Jawa Timur untuk menciptakan Pilkada 2018 yang Aman dan Damai.

"Kondisi aman dan damai di Jatim sangat mempengaruhi pembangunan dan perdagangan nasional. Sebab, posisi Jatim yang sangat strategis di tengah-tengah arus distribusi barang dan jasa. Selain itu, juga menjadi penghubung perdagangan baik di Indonesia Timur maupun di ASEAN," ;anjut Gubernur Jatim.

Sementara pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018 nanti, di Jawa Timur ada 18 Pilkada plus pemilihan Gubernur. Di pesta demokrasi 5 tahun sekali ini, berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari dari total 39.500.952 penduduk Jawa Timur yang menggunakan hak suaranya, ada 30.385.986 Daftar Pemilih Sementara (DPS). Mereka tersebar di 38 kabupaten/kota yang terdiri dari 666 kecamatan dan 8.497 desa/kelurahan.

"Target yang diharapkan pemerintah pusat tahun ini, angka partisipasi Pilkada mencapai 70 persen. Artinya, kepercayaan yang diambil sangat kredibel. Kami akan mendukung sosialisasi ini," ujar Soekarwo.

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman menegaskan, jajaran TNI dan Polri siap bersinergi untuk mendukung terwujudnya Pilkada aman dan damai di Jawa Timur. Sinergi itu salah satunya, melakukan MoU antara Panglima TNI dan Kapolri tentang perbantuan dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban.

MoU ini kemudian ditindaklanjuti dengan surat dari Kapolda Jawa Timur kepada Pangdam V Brawijaya tentang permintaan 2/3 kekuatan BKO TNI dari kekuatan personel Polda Jawa Timur dalam operasi Mantap Praja Semeru 2018.

Dikatakan Pangdam V Brawijaya, bahwa,  beberapa langkah yang dilakukan pihaknya, antara lain, mempertebal kekuatan Polsek saat pemilihan berlangsung. Kemudian patroli skala besar pada setiap tahapan Pemilu, serta melibatkan tiga pilar dalam melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat.

" Yang jelas TNI/Polri di Jatim kompak, solid, guyub dan rukun. Tidak pernah ada perselisihan. Ini semua juga berkat Pakde Karwo yang selama hampir dua periode merangkul semua unsur hingga tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas," kata Mayjen TNI Arif.

Terobosan yang dilakukan Kapolda Jatim agar situasi kamtibmas Jawa Timur bisa aman dan kondusif. Meski demikian, Surabaya sempat diguncang bom bunuh diri. Namun Jawa Timur akhirnya kembali kondusif. “ Meski situasi kondusif, aparat keamanan bahkan masyarakat perlu siaga dan waspada”.

Sementara semua masyarakat Jawa Timur diantaranya tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya sangat menyesalkan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja itu, Minggu (13/5/2018).

Akibat aksi itu, baik Gubernur, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya langsung datangi lokasi kejadian di tiga gereja di Surabaya itu. Para petinggi Jawa Timur ini mengutuk keras aksi itu.

Gubernur Jatim menegaskan, bahwa masyarakat Jatim bersama TNI – Polri plus Tiga dan Tomas  tidak takut dengan mereka (teroris) dan bertekad melawan aksi terorisme bersama sama. “ Kami perkuat semua pengamanan di beberapa tempat sekaligus kami gerakan tiga pilar Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Lurah untuk siaga dan tetap waspada melakukan pengamanan  di wilayahnya masing masing,” tandas Soekarwo.

Gelar Bimtek

Jelang berlangsungnya Pilkada Serentak di wilayah Probolinggo, Jajaran Polresta Probolinggo – Polda Jatim terus melakukan kegiatan untuk menciptakan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkada Serentak di wilayah hukum Polresta Probolinggo. Kamis siang, ( 21/6/2018 ) jajaran Polresta Probolinggo melaksanakan kegiatan Bimtek pelaksanaan Pengamanan Pilkada 2018.

Kegiatan itu berlangsung di pendopo Kecamatan Tongas ini dihadiri oleh Kabag Sumda Res Prob Kota Kompol Sayudi, SH mewakili Kapolres Prob Kota, Camat Tongas Sugeng Wiyanto, S.Sos, MM, Kapolsek Tongas AKP Tavip Haryanto, Danramil 0820/ 05 Tongas Kapten Inf. M. Basuki, Sekcam Tongas Didit Susanto selaku Sekretariat PPK Tongas beserta Komisioner PPK Tongas, Ketua Panwascam Fudaeli beserta Komisioner Panwascam lainnya, Kepala Desa dan Sekdes se-Kec. Tongas.

Diimbau kepada semua unsur penyelenggara Pilkada 2018 ini untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pilkada dengan cara saling berkoordinasi dengan petugas pengamanan, baik dari Kepolisian dan TNI. 

Pihak Polres Probolinggo Kota sudah menyiapkan personil dalam pengamanan dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk petugas agar mengawal Kotak Suara mulai dari tingkat KPU, PPK, PPS hingga kepada tingkat TPS sampai pada saat pelaksanaan pungut suara.

Diharapkan pula, bahwa kepada Pemerintahan Desa masing-masing untuk menyiapkan tempat penyimpanan Kotak Suara yang aman, baik aman dari dugaan pelanggaran Pemilu maupun aman dari kerusakan surat suara yang ada didalam Kotak Suara sebelum Kotak Suara bergeser ke masing-masing TPS.

Camat Tongas menyampaikan pertemuan ini selain bertujuan untuk silaturahmi antara Pemerintah Kecamatan dengan pihak Pemerintah Desa se- Kec. Tongas,juga bertujuan utk menyamakan persepsi dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada 2018 ini agar berjalan dengan aman dan damai. Camat juga mengharapkan peran serta Pemerintah Desa dalam tingkat kehadiran pemilih utk Pilkada 2018 ini ditargetkan minimal 70% utk mensukseskan Pilkada 2018.

“Mari secara bersama – sama kita amankan pelaksanaan Pilkada Serentak agar bisa berjalan aman dan lancar”.

Sementara Polres Situbondo – Polda Jatim bersama penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu dengan sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Partai Politik menggelar deklarasi Pilkada Damai. Tujuanya demi menciptakan situasi yang aman dan damai dalam pelaksanaan Pilkada Jatim 2018, Jumat (22/6/2018).

Hadir dalam kegiatan deklarasi damai Pilkada Jatim 2018 diataranya Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, KPU, Bawaslu, PPK, PPS, perwakilan Partai Politik, Tim Sukses pasangan calon serta tokoh lintas agama.

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono  SH SIK MH menyampaikan Polri bersama TNI siap mengamankan proses pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 dari segala hal yang mengganggu atau menghambat jalannya proses demokrasi.

“ Dalam Pilkada TNI Polri Netral dan mendukung terselenggranya demokrasi yang berkualitas dan bermartabat agar membawa kebaikan untuk masyarakat Jawa Timur khususnya di Situbondo “ kata AKBP Awan Hariono

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH menyampaikan mengharapkan pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 di Kabupaten Situbondo berlangsung aman, lancar dan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KPU Situbondo menyampikan ucapan terima kasih atas dukungan TNI Polri yang bersinergi dalam mengamankan rangkaian kegiatan Pilkada sehingga sampai dengan saat ini berlangsung aman dan lancar.

Kapolres kembali menekankan bahwa, kegiatan deklarasi itu merupakan awal yang baik menuju Pilkada damai, jujur, demokratis, lancar dan aman. “Kalau sudah tandatangan deklarasi damai seperti ini, maka diharapkan Pilkada bisa berjalan damai,” ujar AKBP Awan Hariono.

Usai deklarasi Pilkada Jatim Damai yang diucapkan semua elemen masyarakat dilanjutkan penanda tanganan papan deklarasi atau pernyataan sikap mendukung dan mensuskseskan Pilkada yang aman, damai, tanpa kericuhan dan tetap menjaga persatuan kesatuan bangsa dalam bingkai  Pancasila Bhineka Tunggal Ika.

Pengamanan Logistik Pilkada

Tahapan Pilkada Jatim 2018 sudah memasuki tahap distribusi logistik dari kantor KPU menuju PPK di masing kecamatan se-Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (22/6/2018) pelepasan logistik Pilkada secara simbolis ditandai dengan pelemparan “kendi” oleh Kapolres, Bupati dan Ketua KPU.

Apel kesiapan pelepasan logistik Pilkada dipimpin langsung oleh Ketua KPU Situbondo Marwoto, SE yang dihadiri Forkopimda, KPU, Bawaslu, Pimpinan Parpol, Tim Sukses paslon dalam Pilgub Jatim, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ormas dan seluruh elemen massyarakat lainnya se Kab. Situbondo.

Untuk pengamanan distribusi logistik Pilkada secara serentak dilaksanakan di halaman Mapolres Situbondo yang rencananya akan dilepas langsung oleh Kapolres Situbondo Awan Hariono, SH, SIK, MH., Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, SH dan Ketua KPU Situbondo Marwoto, SE.

Logistik Pilkada yang akan didistriubusikan ke masing-masing PPK diangkut dengan 17 truk dengan pengawalan petugas Kepolisian dari Polsek Jajaran Polres Situbondo dengan menggunakan peralatan lengkap bersenjata.

Usai apel dilanjutkan penekanan Kapolres Situbondo kepada personil pengamanan logistik. Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar dilakukan sesuai SOP yang ada dimana masing-masing dikawal 2 personil bersenjata yang menempel dengan truk berisi logistik dan pengawalan mobil patroli backbone dari Polsek.

“ Pengamanan ini untuk memastikan logistik Pilkada dalam keadaan aman dan siap untuk digunakan pada 27 Juni 2018 nanti ,“ kata AKBP Awan hariono.

Tahanan Miliki Hak Pilih

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, diantaranya Kapolrestabes Surabaya – Polda Jatim melakukan audiensi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Rabu (20/6/2018). Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan hadir didampingi Kasat Intelkam, Kasat Reskrim dan Kapolsek Wonokromo Surabaya.

Kombes Rudi mengatakan, bahwa ada 175 tahanan Polrestabes Surabaya dan jajaran mempunyai hak pilih dalam Pilgub Jatim 2018. Meski begitu, mereka harus memenuhi syarat untuk bisa menggunakan hak pilihnya.

“Salah satu pembahasan kami salah satunya untuk memfasilitasi pemilih dan yang memiliki hak pilih yang sekarang berstatus tersangka yang kini berada di tahanan,” ujar Kombes Rudi-biasa disapa di Kantor KPU Kota Surabaya di Jalan Mayjen Sungkono, Rabu (20/6/2018).

Saat ini sudah ada 175 tahanan yang memiliki hak suara dalam Pilgub Jatim 2018. Pada tanggal 27 Juni mendatang mereka akan didatangi untuk oleh petugas KPU Kota Surabaya.

Komisioner Divisi Keuangan Umum dan logistik KPU Kota Surabaya Miftahul Gufron mengatakan, pihaknya akan memastikan kembali jumlah tahanan yang telah terdaftar dalam DPT.

“Kami akan pastikan dahulu. Apakah 175 tahanan tersebut hingga tanggal 27 juni masih ditahanan. Karena jumlah tahanan di rutan Polrestabes dan jajaran dinamis. Ada yang masuk dan keluar. Mereka juga harus memiliki formulir A5 dan memiliki KTP,” kata Gufron.

Pihak KPU Kota Surabaya juga sebelumnya sudah melakukan sosialisasi kepada para tahanan yang saat ini namanya sudah terdaftar di DPT. “Kami sudah sosialisasikan kepada para tahanan. Jika mereka terdaftar, Maka pihak keluarga harus membantu untuk menguruskan surat pidah pilih (Form A5),” pungkasnya.

Sementara anggota Polres Jember  juga jaga ketat pendistribusian logistik Pilkada dari KPU Kabupaten ke petugas pemilihan kecamatan (PPK). Dan Rabu (20/6/2018) KPUD Jember mulai mendistribusikan logistik Pilkada secara bertahap dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Jember.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, yang turun langsung dan ikut melakukan pengawalan mengatakan, jajaran Polres Jember dalam pendistirbusian logistik pilkada menerjunkan personelnya untuk berjaga di setiap PPK dengan senjata lengkap.

“Selama logistik pilkada disimpan di tiap PPK, kami menerjunkan 50 personel yang terbagi tiga shift untuk menjaganya. Setiap shift ada 3 personel polisi dengan senjata lengkap dan petugas dari PPK. Nanti personel kepolisian akan kami tambah ketika logistik pilkada didisribusikan ke masing-masing desa, sehingga dokumen negara ini benar-benar aman sampai pelaksanaan pilkada nanti,” ujar kapolres.

Kapolres menambahkan, pengawalan dan pendistribusian tidak hanya saat di PPK, tapi dimulai saat logistik pilkada keluar dari gudang KPUD Jember yang ada di Jl Imam Bonjol Kaliwates hingga ke tiap-tiap PPK.

“Pengawalan dan pengawasan logistik pilkada ini kami berlakukan secara ketat dan berlapis. Selain ada petugas di masing-masing PPK, kami juga menerjunkan pamen Polres Jember yang bertanggung jawab memantau di seluruh PPK. Setiap 3 sampai 4 PPK, akan ada 1 pamen yang melakukan pengawasan dan kontrol,” tambah kapolres.

Selain melakukan pengawasan dan pengawalan, kapolres juga mengecek setiap tempat di gudang penyimpanan yang ada di PPK, mulai dari atap, gembok dan juga pos tempat penjagaan.

“Kami juga memastikan atap tempat penyimpanan logistik pilkada jangan sampai bocor. Begitu juga dengan gembok. Kami juga memerintahkan petugas untuk siaga 24 jam. Kalau ada yang punya keperluan pribadi seperti makan maupun ke kamar kecil, harus gantian. Jangan sampai tidak ada petugas. Jika lalai, kami tak segan-segan untuk memberikan sanksi,” tandas Kapolres.

Sementara itu, jelang puncak pesta demokrasi tersebut, siang ini Kamis (21/6/2018) Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH didampingi jajaran Pejabat Utama Polres Mojokerto melaksanakan kunjungan ke kantor KPUD Kab Mojokerto Jl RAAK Adinegoro No.1-2 Ds Mangelo Kec Sooko Kab Mojokerto.

AKBP Leo beserta jajaran meninjau lansung gudang tempat penyimpanan logistik pemilu yang berada di GOR Diknas Kab Mojokerto dan memastikan bahwa kotak suara, tinta, Kertas Surat Suara, dan dokumen pendukung lain nya telah siap tidak ada kekurangan. Seperti kita ketahui bahwa tahap pungut suara akan dilaksanakan pada Hari Rabu (27/6/2018) serentak seluruh wilayah Jawa Timur.

Dihadapan Ketua dan beberapa komisioner KPUD, lanjut AKBP Leo menyampaikan tentang kesiapan Polres Mojokerto dalam mengawal dan mengamankan pelaksanaan Pesta Demokrasi Pilgub jatim 2018. Kegiatan berlanjut mengunjungi Kantor Panwaslu Kab Mojokerto yang berada di Jl RA Basuni No 393, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto menyampaikan kepada Aris selaku Ketua Panwaslu, setiap adanya permasalahan dan pengaduan supaya berkoordinasi dengan Sentral Gakkumdu Polres Mojokerto dan Kejaksaan Negeri Kab Mojokerto agar dapat secepatnya menyelesaikan dan mencari solusi guna menyelesaikan permasalahan sengketa pada Pilgub Jatim 2018. “Kita sama sama menjaga agar suasana kondusif di Kab Mojokerto tetap terus terjaga hingga penetapan hasil pungut suaras,” tandas Kapolres. (Heru Trilaksono)

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan