Beli Rumah Tak Kunjung Dibangun, 21 Orang Tertipu Rp 2,5 Miliar Lapor Polda Jatim


Mbah Heru    08 August 2018(15:41)   POLDA
img

Tribratanewspoldajatim.com: Sebanyak 21 orang yang menjadi korban dugaan penipuan melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Rabu (8/8/2018) malam. Mereka merasa tertipu atas pembelian rumah di Perumahan Mustika Kartika di Desa Pepe Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. Nilai uang dari korban yang diduga tertipu sebanyak itu sekitar Rp 2,5 miliar.

Para korban sudah membayar tanda jadi  dan uang muka (DP) hingga ratusan juta rupiah terhitung sejak tahun 2015. Tapi hingga kini tidak ada realisasi dari pengembang, PT Alisa Zola Sejahtera.

Hendrik Irawan, salah satu korban mengatakan, dirinya memutuskan membeli rumah tipe 48 di perumahan Mustika Kartika pada Desember 2015 dengan harga jual Rp 363 juta. Rumah dengan luas 128 m2 itu rencananya dibeli secara kredit.

“Saya sudah bayar tanda jadi sebesar Rp 43,2 juta pada 2 Desember 2015. Setelah itu membayar uang muka 143 juta secara bertahap selama dua tahun. Saya mengangsur hingga 40 persen dan sudah keluar uang total sebesar Rp 164 juta,” kata Hendrik saat berada di SPKT Polda Jatim.  

Setelah uang muka terbayar lunas selama 2 tahun, lanjut Hendrik, pengembang berjanji segera merealisasi dan serah terima rumah. Kenyataanya, pihak pengembang tidak segera merealisasikan janjinya.

“Saya sudah lihat lokasi perumahan (di Dese Pepe Sedati). Memang ada lokasinya, tapi masih berbentuk urukan dan belum ada bangunan,” lanjut Hendrik didampingi kuasa hukumnya, Abdul Malik.

Hendrik menambahkan, pihaknya juga sudah berulang kali mendatangi kantor pemasaran (PT Alisa Zola Sejahtera) di wilayah Buduran Sidoarjo, tetapi selalu dijanjikan segera diselesikan.

“Pihak pengembang lambat merespon. Saya juga berusaha telepon, tapi tidak da tindak lanjutnya,” ujar Hendrik.

Lantaran tak ada respon, Hendrik bersama 20 pembeli lainnya memutuskan menyelesikan jalur hukum dengan pelaporkan pengembang ke Polda Jatim. Sebenyak 21 korban melapor ke SPKT Polda didampingi kuaai hukumnya, Abdul Malik.

Sementara Abdul Malik menambahkan, sebanyak 21 korban ini sudah membayar pembelian rumah di Dese Pepe Sedati. Total pembayaran yang sudah dilakukan kliennya mencapai Rp 2,5 miliar.

“Kami melaporkan atas penipuan dan pemalsuan dokumen. Tidak ada itikad baik dari pengembang,” kata Malik.

Perumahan Mustika Kartika, kata Abdul Malik, dimiliki oleh M Fatah. Dan M Fatah sebagai terlapor diminta untuk mengembalikan uang yang sudah disetorkan kliennya untuk pembelian rumah.

“Klien kami meminta uang dikembalikan. Kami juga sudah lihat lokasi perumahan, tapi masih berupa tanah sawah, yang sebagian sudah ada yang diuruk,” lanjut Abdul Malik.

Diipilihnya melapor ke Polda Jatim dengan harapan, bahwa kasus ini segera ditindaklanjuti. Polda Jatim memiliki SDM banyak dan dilengkapi dengan peralatan IT dan tentunya cukup mendukung dalam penanganan kasus ini.   (mbah)   

 

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan