Kapoda Jatim “Gemes” Menggendong Balita yang Lucu Itu Hendak Dijual Oleh Jaringan Perdagangan anak


Mbah Heru    12 October 2018(01:42)   POLDA
img

Tribratanwwspoldajatim,com: Terbongkarnya sindikat pergagangan balita (bayi berusia sekitar 5 tahun) secara online melalui media sosial instagram oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, menyita perhatian Kapolda Jatim Irjen  Luki Hermawan.

Kapolda Jatim Luki – sapaan akrabnya didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan dan Kasat Reskrim, AKBP Sudamiran.serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dan sejumlah pejabat utama Polda Jatim sempat melihat kondisi balita itu dan menemui 4 tersangka dan melihat kondisi sang balita.

Irjen Luki saat menuju ruang perawatan balita dan menggendong sang balita berjenis kelamin laki itu sembari “gemes”. “Keadaannya sehat, anaknya aktif dan alhamdulillah saat ini kita rawat dengan baik,” kata Irjen Luki di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (11/10/2018) petang.

Usai memastikan kondisi balita, lanjut Irjen Pol Luki menghampiri 4 tersangka yaitu ibu balita laki-laki berumur 11 bulan bernama Lariza Anggraini (22) yang kos di Jalan Bulak Rukem Timur Gang 1-A, No. 31, Surabaya.

Selain itu,Irjen Luki juga bertanya kepada Alton Phinandhita Prianto (29) warga Jalan Sawunggaling I Kavlingan No D-15, Jemundo, Sidoarjo yang merupakan pemilik akun instagram.

Kemudian Ni Ketut Sukawati (66) pensiunan bidan asal Lambing Simbang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali yang berperan sebagai perantara. Bahkan, Luki juga sempat berkomunikasi dengan Ni Nyoman Sirat (44) warga Sangging Sibang Kaja, Kabupaten Badung, Bali yang membeli balita laki-laki itu.

“Alasan ibunya terhimpit ekonomi. Sedangkan pemilik akun, mengelola jasanya itu hingga menjual anak dengan mendapat upah dengan nilai tertentu,” lanjut Irjen Pol Luki.

Dari hasil pemeriksaan, Alton sang pemilik akun instagram lembaga kesejahteraan keluarga ternyata sudah aktif berkomunikasi dengan 10 wanita bermasalah sebelum dirinya tertangkap. Alton intens berkomunikasi melalui DM (direct massage) dan Whatsapp (WA). “Total sudah ada 3 anak yang terjual dan 1 berhasil kami selamatkan,” tegas Luki.

Atas ungkap kasus itu, Irjen Luki memberikan apresiasi kinerja Satreskrim Polrestabes Surabaya. “Kasus ini akan terus didalami dan dikembangkan. Kami sudah meminta agar kasus ini diungkap secara tuntas,” pungkas Irjen Luki. (mbah/tbs)

 

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan