Pengedar dan Pemakai Narkoba Dibekuk Salah Satunya Yakni Kasun


Ali Humas    19 July 2022(06:18)   NARKOBA
img


Lumajang: Polres Lumajang menggelar konferensi pers atas kasus pengungkapan narkoba dan sejenisnya senin 18 Juli 2022, 12 hasil pengungkapan polisi 33 tersangka dengan kategori 29 orang sebagai pengedar dan 4 orang sebagai pemakai, ini merupakan operasi selama 3 bulan terakhir (Mei, Juni, Juli)

"Pengungkapan narkotika, psikotropika, dan obat keras berbahaya sejak 3 bulan terakhir, 33 orang tersangka dengan kategori 29 orang sebagai pengedar dan 4 orang sebagai pemakai. Usia paling tua 57 tahun dan paling muda 20 tahun yang berasal dari wilayah Kabupaten Lumajang, barang bukti yakni sabu-sabu dengan berat 22,78 gram, obat keras berbahaya 141.39 butir, dan ganja 500 gram, 10 alat hisap yang digunakan. Sarana kejahatan yang digunakan yaitu handphone sebanyak 24 buah, kendaraan roda 2, dan uang 8 juta 2 ribu rupiah" papar kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H.

Selain pengungkapan ini ada barang bukti berupa ganja yang dikirim dari sumatra tetapi karena yang di sumatra tertangkap, barang yang disini sudah kami kontrol delivery masih belum ada yang mengambil, alamatnya pun fiktif, nomer handphone yang sudah tertera tidak bisa dihubungi kembali karena jaringan yang ada di sumatra kena di daerah Pronojiwo tidak berani mengambil padahal telah ditunggu selama beberapa hari, akhirnya kita amankan untuk menjadi barang temuan dan nanti kita musnahkan.

"Mereka inilah budak narkoba yang akan menghancurkan penerus bangsa, harapan saya mudah-mudahan mereka bertobat" ungkap AKBP Dewa.

Pihak Kapolres akan terus berupaya bekerja sama dengan BNN Kabupaten Lumajang untuk mengungkap bandar besar-besarnya, Kapolres ridak akan hanya mengungkap dengan cara undercover buyer, kalau bisa bandarnya, karena dulu sudah pernah terungkap produsennya disini, kita juga bekerja sama dengan polres yang ada di jawa timur, kalo misalkan ada informasi kita akan sama-sama mengungkapnya.

AKBP Dewa Putu Eka D, S.I. K M.H. Menambahkan salah satu pengedar yakni kasun nguter, " ini salah satu contoh yang tidak bisa ditiru dan tidak bisa di jadikan panutan karena betul-betul merusak generasi bangsa" tegasnya.

Pengedaran yang paling banyak ada di wilayah Kota Lumajang, ganja 500 gram yang delivery tidak diambil berinisial "H", imbuhnya**/akmal

KOMENTAR


BERITA YANG DISARANKAN
Tidak ada Tag
Berita Tidak Di Temukan